Tangkuban Perahu, Lembang – Jawa Barat

7 06 2009

Pada suatu hari Jumat, saya dan dua orang sahabat saya berencana ke tangkuban perahu, namun melalui trek hutan. Sahabat saya tersebut, satu cowok dan satu lg cewek. Karena hari tersebut hari Jumat…dan sahabat cowok saya ini termasuk cowok soleh yang rajin beribadah, maka kami pun harus sabar menunggu sahabat saya ini selesai sholat Jumat dulu. Ketika itu dia sholat di UPI, kalo tdk salah, sehingga perjalanan tdk terlalu jauh lagi.

Sembari menunggu, saya dan sahabat cewek saya makan dan minum di warung terdekat. Selesai sholat…petualangan begin…kami naik angkot ke lembang, dan berhenti di sebelah Masjid. Sebenarnya ketika itu saya heran…loh kok sholat lagi? Ternyata ada jalan disamping mesjid tersebut yang akan membawa kita melalui perkampungan penduduk, yang semakin lama semakin menanjak…dan akhirnya…oh ini dia treknya….jalan hutan. Berhubung sahabat cewek saya ini baru kami culik dari tempat kerjanya, masih memakai high heels, dia sempat membeli sandal jepit swallow di warung terdekat.

Karena perjalanan dimulai sdh siang, maka ketika kami sampai di hutan…cuaca berubah menjadi tdk bersahabat, mendung, dan tdk lama kemudian hujan gerimis. Untungnya ketika itu saya sdg hobi memakai jaket, dan dijaket tersebut ada topinya. Dan di tas ransel saya selalu tersedia topi kupluk oleh2 dari ibu saya yang baru pulang dari Aussie, dan juga ada topi yang terbuat dari parasut. Jadilah saya, yang walau badan cukup basah, namun kepala tetap kering. Kepala merupakan aset saya, karena saya tdk tahan bila kepala saya terkena hujan…biasanya lgsg skt kepala.

Dihutan, kami kemudian bertemu dgn peladang (penduduk yang tampaknya baru pulang dari kebunnya) dan anjingnya. Kami yang takut anjing otomatis menyingkir, anjing tersebut tdk lama mengikuti tuannya, kemudian berbalik…mendekati kami yang ketika itu sdg beristirahat makan cemilan. Karena takut, kami pun berusaha berbagai cara mengusir anjing tersebut, namun anehnya anjing tersebut tdk pernah mau beranjak jauh meninggalkan kami.

Jadilah perjalanan kami ditemanin seekor anjing,yang terkadang berada dibelakang kami, terkadang berada didepan..seperti menuntun kami. Terkadang anjing tersebut menghilang, tampaknya memeriksa jalan didepan, untuk kemudian muncul lagi didekat kami. Lama2 kami pun mulai bisa menerima kehadiran anjing tersebut, yang tampaknya tdk berniat melukai kami, namun malah mengawal perjalanan kami. Terkadang, bila ada persimpangan jalan, yang sahabat cowok saya ini lupa kearah mana jalan yang harus diambil, anjing ini seperti menunjukkan kepada kami jalan yang benar. Pernah pula kami mendengar suara anjing riuh…rame sekali didepan kami, kemudian anjing yg menemani kami tiba2 berjalan mendahului kami menghilang didepan kami…dan suara anjing yang banyak itupun lgsg menghilang. Mungkin anjing yg menemani kami ini menyuruh teman2nya diam karena kami mmg takut anjing kali yaa…
Yang jelas ketika itu walau masih takut2, kami merasa tertolong dgn kehadiran anjing tersebut. Jauh hari kemudian, beberapa teman petualang kami urun pendapat, menurut mereka anjing tersebut sebagai penggenap kami, karena ketika itu kami berjalan bertiga. Dan mungkin juga karena itu hari Jumat, anjing itu sebagai pengawal kami…I don’t know…

Jalan yang kami lalui khas jalan hutan, yaitu terkadang kita harus melewati pohon tumbang, merangkak dibawah pohon, membungkuk2 di bawah dedaunan, melewati sungai atau lebih tepatnya mata air,dan semacamnya. Kemudian..allhamdulillah…sampai juga kami melihat warung2 berderet2…dan kami pun istirahat sejenak, ke WC dulu, dan mencari sesuatu untuk dimakan dan diminum. Dan begitu sampai didaerah ini, anjing yang menemani kami lgsg menghilang entah kemana. Sebenarnya orang2 diwarung cukup heran melihat kami, karena kami muncul sdh terlalu sore..kala hampir semua sdh tutup, dan bahkan tangkuban pun sdh tutup.

Namun tekad kami adalah sampai diatas..Tangkuban Perahu, maka perjalanan pun berlanjut..kali ini melewati jalan aspal, namun tetap saja kanan kiri hutan. Kami sdh basah total habis tersiram hujan, kedinginan, sesampainya diatas sdh lumayan gelap dan berkabut. Kami sempatkan sholat magrib dulu dimesjid di atas, yang ketika itu pengunjungnya hanya kami bertiga doang. Ya ampyun…sepi banget…gelap dan dingin. Sdh tdk ada lagi angkutan yang dpt membawa kami ke bawah, menurunin Tangkuban. Terpaksalah selesai sholat kami turun kembali melewati jalan sebelumnya sambil berjalan kaki kembali, sambil gemetar kedinginan dan juga karena takut (khususnya saya sih…). Oh no…kemalaman???

Formasi perjalanan ketika itu adalah saya ditengah, sahabat cowok saya sebelah kiri, sahabat cewek saya sebelah kanan. Namun ketika sdg asik mengobrol, tiba2 sohib cowok saya ini melihat kesuatu arah disebelah kiri kami, kearah saung (semacam saung). Tdk lama kemudian, setelah melewati jalan tersebut, sohib saya ini bertanya…td ada orang ya? Saya dan sohib cewek saya yg tdk melihat ada orang lain selain kami bertiga lgsg ngeh…oh no, sahabat cowok saya ini mmg memiliki kemampuan six sense. Dan saya sering sebel kalo dia mulai bercerita atau bertanya yg tdk2 on the wrong time, termasuk ketika itu…hari sdh gelap, kok dia malah ngomong aneh? Dia mendesak berada ditengah. TIDAK…saya bersikeras berada ditengah.

Kemudian dia mulai membaca doa, shalawat, dsb…yang membuat saya semakin was2…takut…dan sepanjang perjalanan yang gelap itu kami pun mulai sok rame, pura2 ngobrol heboh ttg hal2 yg gak penting dgn mksd meredam rasa takut sih, berusaha melupakan ucapan sahabat saya sebelumnya. Sesampainya diwarung2 dibawah, saya bertekat kuat mencari angkutan yang dpt membawa kami segera secepat kilat kebawah..namun karena sdh malam, tdk ada satupun angkutan yg terlihat. Sekali lagi kami menumpang ke WC, saya yg sdg menunggu didepan warung bersama sohib cowok saya kemudian mendengar suara bayi menangis…oek..oek dari arah depan kami (yang sepanjang pengetahuan kami hutan). Saya segera saja berpositif thinking…ada bayi penduduk yg sdg menangis. Namun sahabat saya bersikeras tdk ada bayi disekitar situ.

Kemudian setelah usaha sia2 utk mendapatkan angkutan ke bawah, atau mencari tempat menginap…kami pun meneruskan perjalanan. Ditengah kegelapan malam, dgn badan yg masih menggigil, kami pun menembus malam. Suasana mulai sangat tdk mengenakkan, teman2 seperjalanan saya mulai berdiam diri, sibuk dgn pikiran masing2, sementara saya sbk menggandeng tangan kedua sobat saya sambil menutup mata tdk mau melihat jalan yg gelap dan menyeramkan. Dari arah sebelah kanan kami, dihutan2 diseberang jalan terdengar gemerisik langkah didedaunan yg tampaknya mengikuti langkah2 kami yg semakin dipercepat…yg membuat saya semakin merapatkan mata…oh no, hari gini ngeliat yg tdk2…jangan sampai deh…

Suatu ketika, terdengar suara sahabat cewek saya, dia bilang..liat dijalan didepan kita…ada kunang2 yg seolah2 nunjukin jalan. Saya mengintip sedikit…yah, lumayan keliatan sih skrg jalan, karena bulan mulai nyembul dikit, tersenyum sinis…yah walaupun senyumnya sinis, lumayan deh menerangi jalan…
Dan akhirnya, kami sampai di bawah. Menemukan rumah penjaga,dan manusia…hehehe. Tidak jauh dari rumah tersebut, kami bertemu jalan raya…dan horey…angkot..oh I love you angkot…

Sesampainya di Bandung, seperti biasa…sambil makan kami membahas pengalaman2 kami selama di atas. Menurut sahabat cowok saya, dia melihat beberapa orang yang sepanjang jalan memperhatikan kami…ada yang wanita, ada pula pria. Ketika dia bertanya liat orang gak kepada kami? Ketika itu dia liat ada orang memakai baju putih memandang lekat ke arah kami. Sahabat cewek saya tdk kalah seru bercerita, dia bilang dia bisa merasakan ada yang mengikuti kami dari arah belakang, dan bunyi2 yang saya dengar itu juga berasal dari hutan sebelah kanannya. Dan saya juga tdk mau ketinggalan…saya bilang, gile ya kalian jalannya cepat bangeeet…sampe saya ketinggalan dibelakang, eh udah gitu ditinggalin sndr lagi…and all said : “ah..masa sih, bukannya elo megangin gue mulu, sampe ransel gue ketarik2…” saya : “kyaaaa…”


Actions

Information

3 responses

13 06 2009
lomardasika

hhahahaa…seorang Henny gak lepas yah dari cerita-cerita berbau sixth sense nya. seru dan menegangkan! tapi amit2 banged, saya nggak mau ngalamin kejadian kayak gitu…hiyyyyy

20 06 2009
advanture

hahaha…iya loh, ini cerita nyata yang saya alami sendiri…ya mungkin karena bawaan teman saya ini kali yaaa…saya juga ogah ngalaminnya, tapi ya emang terjadi mau diapaan lagi🙂

15 07 2009
salfiannur

Kalian ga tahu ya kalau anjing yang nemani kalian tu … jelmaan suaminya Dayang sumbi kali ya … lagian rajin banget ke puncak Tangkuban hari sudah mau sore … BTW … ngelilingi kawahnya udah belom?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: