Caringin Tilu, Padasuka – Bandung

7 06 2009

Long..long time ago, ketika saya baru saja menikah dgn suami saya, sekitar tahun (sebentar…saya liat cincin kawin saya dl..) 2003, kami masih tinggal di Bandung – Jawa Barat. Tepatnya di daerah Padasuka, Cicaheum.

Tiap weekend, sabtu-mgg libur…biasanya kami isi waktu dgn jalan2. Berhubung kami berjiwa petualang, biasanya setiap sabtu atau mgg pagi kami jalan kaki, ceritanya berolahraga menaiki bukit di Padasuka…terus naik, menanjak dan jarang sekali ada jalan menurun..yang ada hanya tanjakan demi tanjakan.

Sebenarnya kami bermaksud olahraga, namun bila dijalan kami melihat atau menemukan penjual makan yg kira2 menarik dan aneh, kami pun membelinya buat dimakan sambil jalan. Paling sering kami temukan pada pagi hari adalah penjual surabi, yang isinya ada kelapa, original atau bahkan oncom.

Jalan pada awalnya hanya jalan datar, yang makin lama akan semakin menanjak, yang tampaknya bagus buat ibu2 yang sdg menanti kelahiran anak, karena kami sering berjumpa dgn ibu2 yang sdg hamil besar. Saya dan semua saya aja yang tidak hamil bisa merasakan bisa beranak dijalan bila mengikuti jalan ini…menanjak terusss.

Padasuka sebenarnya merupakan pemukiman yg padat penduduk, terletak dekat sekali dgn terminal Cicaheum-Bandung. Dengan jalan yang cukup sempit, jalan ini akan semakin semarak bila jam2 berangkat kerja/pulang kantor. Dipenuhi dgn berbagai macam kendaraan, dan terutama sekali ojek, becak, dan terkadang bis2 wisata yang mendatangi Saung Udjo yang terletak di Padasuka.

Pada awalnya kami hanya menjumpai pemukiman2 penduduk, beberapa komplek dan semakin naik, semakin jarang dijumpai. Saya lupa lagi berapa jarak yang harus ditempuh untuk sampai di Caringin Tilu ini. Namun semakin ke atas akan semakin jarang kita jumpai pemukiman penduduk, yang paling sering kami jumpai adalah perkebunan. Ada kebun bawang, kebun sayur, dsb. Terkadang kami melihat pohon berbuah yang bentuknya aneh, ketika kami petik buah pohon tersebut..ternyata itu adalah…pohon jengkol. Hayoo…siapa yang suka jengkol acungkan jempolmu…hehehe…

Karena kami baru menikah, kami masih senang bereksperimen memasak di rumah. Jadilah perjalanan tersebut kami gunakan buat hunting bumbu2 masak. Terkadang kami menemukan tanaman serei, yang sering kami petik tanpa permisi, kadang juga atas ijin si empunya. Biasanya menjelang siang kami baru sampai di caringin tilu, di atas pemandangannya indah sekali, terlihat pegunungan (entah gunung apaan), dan kota Bandung.

Caringin Tilu ini sebenarnya adalah sebuah tempat dipuncak ketinggian yang ada satu atau 3 (tilu berapa sih?) pohon berdiri tegak sendiri di tengah hamparan perkebunan sayur. Di dekat pohon ini ada beberapa warung dari bamboo yang menjual berbagai makanan. Ada satu warung yang jadi langganan kami ketika itu menjual nasi merah (nasi yg dibuat dari beras merah), pepes ikan peda, ikan asin, temped an tahu goring + sambal…yang rasanya? Maknyus…apalagi karena lapar…harganya satu porsi ketika itu 7-8 rb. Ya ketika itu saya hanya menemukan nasi dari beras merah hanya di warung di Caringin Tilu itu saja, bahkan sampai sekarang pun belum pernah lagi saya menemukan nasi beras merah.

Di tempat itu (terutama diwarung itu), kami sering berjumpa kelompok2 pejalan kaki yang terdiri dari bpk2 dan ibu2 yang mengisi waktunya dgn berjalan kaki. Terkadang kami bila sdg semangat, sehabis mengisi penuh perut..kami melanjutkan perjalanan. Bila sesampai di Caringin Tilu yang nampaknya puncak dari bukit2 tersebut, maka jalan tdk terlalu berat lagi karena sdh tdk menanjak lagi. Jalan akan mendatar saja…melihat kebun2 milik penduduk yang ada.

Suatu ketika kami bahkan pernah sampai di Lembang ! yang memakan waktu seharian berjalan kaki, kalo tdk salah kami sampai di Lembang dari Padasuka sekitar jam 1 atau 2 siang. Saya baru ngeh…ternyata Bandung tuh sebenarnya muter2 aja. Bayangkan aja, Cicaheum yg berada diujung berbeda dgn Dago, ternyata bertemu juga dgn Lembang. Kebayang aja, kami yang awalnya berencana hanya jalan pagi,masih mengenakan baju tidur…tahu2 muncul di Lembang? Halah….utungnya bawa uang, hingga bisa naik angkot menuju Bandung, kalo tdk bawa uang..kebayang kami harus meleati jalan pulang lagi…bisa2 terkapar dua hari dua malam…hehehe.

Ketika itu kami sama sekali tdk menyangka akan muncul di Lembang, karena melewati kebun2 penduduk, dan jalan2 desa dan hutan. Bahkan kami sempat melihat pohon alpukat yang ketika itu ada pemiliknya yang lgsg saja kami borong Alpukat dipohon itu seharga 20 rb, dpt satu tas ransel penuh. Kami juga melihat kebun bawang, kebun sawi, kubis, dan terutama…anjing. Banyak sekali kami jumpai anjing, yang terkadang menggonggong sadis memperlihatkan giginya bila kami melintas sebuah kebun. Rupanya kebun2 penduduk dipercayakan securitynya pada anjing, yang tentu saja membuat saya jerit2…tolong…saya tdk bermaksud jahat…hehehehe. Kami sempat pula bertemu dgn sawah…yg menurut pemiliknya masih 2 mgg lagi baru bisa dipanen, sehingga kami tdk dpt membeli beras lgsg dari sawah…sayang, pdhal beras lgsg dari sawah kyknya enak..

Begitulah pengalaman saya, hari2 yang saya dan suami saya lewatkan bila weekend. Sampai sekarang, suami saya sering teringat pada salah satu kebun di Caringin Tilu yang ketika itu sdg dijual. Suami saya berharap, dapat membeli kebun itu…someday, namun entah skrg…apakah masih berupa kebun, atau malah di beli developer diubah jadi perumahan…siapa yang tahu?


Actions

Information

One response

13 06 2009
lomardasika

wakaka…..kocak banged sih….masak tahun perkawinan lupa…ck ck ck…Henny…Henny….

btw, saya amaze loch kalian dengan berbaju tidur tiba2 udah sampe Lembang dari Cicaheum…ahahahaha…coba dilanjutin jalan sampe sore…mungkin bakalan disorakin anak2 kali yach? *hihihihihi*

mantep dah bu! ayo…cerita lagi perjalanan masa mudanya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: