Dago Pakar – Maribaya, Jawa Barat

5 06 2009

Masih merupakan kenangan akan masa muda saya ketika masih kuliah di Bandung. Saya mempunyai sahabat cowok, yang sering ngajak saya berpetualang. Suatu hari, ketika saya sedang bête…tiba2 ada telp dari sohib saya ini yang mengajak jalan-jalan. Jalan-jalan ala kami memang benar-benar jalan2…jalan kaki ! hehehe…maklum anak kost, jauh dari ortu, tdk punya kendaraan…jdnya ya yang irit jalan kaki…hemat dan sehat.

Ketika itu kami berempat (saya, sohib saya dan teman2nya) berangkat ke Dago Pakar melewati jalan2 berbukit sambil jalan kaki, dan terkadang nebeng mobil pick up yang lewat. Sesampai di Dago Pakar, kami melihat ada rombongan anak sekolah masuk melalui pintu masuk. Kami yang sebenarnya anak2 baik dan soleh, rajin menabung, tdk sombong dan baik hati ini pun tergoda untuk lagi2 “nebeng” rombongan sekolah itu..ikutan masuk dalam rombongan yang berarti otomatis kami tdk perlu membayar tiket masuk.

Benar saja, begitu rencana dilaksanakan, dgn modal nekat dan wajah di lugu2in, dan sok yakin…kami berhasil masuk tanpa membayar…horey…sebenarnya harga tiket masuk cukup murah, bukannya kami tdk mampu dan tdk punya uang untuk membayar. Mungkin karena masih muda, ada tantangan tersendiri agar bisa masuk tanpa membayar…

Setelah berhasil masuk, kamipun berjalan2 di tempat tersebut, mengunjungi gua2 yang ada. Setelah puas melihat2 gua-gua gelap dan dingin tersebut, kami pun sempat beristirahat. Ketika sdg duduk2, tiba2 dari kaki saya yg sdg berada di semak, saya merasakan sesuatu berlintas…mendesis…whatssss…..ular…saya teriak, melompat, teman2 saya pun ikutan kaget. Syukurlah ular tersebut hanya numpang lewat.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan. sepanjang perjalanan saya sering melihat cacing2 yg bentuknya aneh, kemudian hari saya baru tahu bahwa itu lintah. Dari tempat ini bisa tembus menuju Maribaya…dengan membayar tiket lagi, maka kita bisa sampai di Maribaya..melalui jalan setapak yang ada. Namun lagi2 jiwa pemberontak anak2 manis dan baik hati ini bergejolak lagi. Kami malas membayar lagi…maunya gratisan terus. Moto kami, selagi bisa gratis…knp harus membayar? Bukankah yang gratis2 lebih terasa enak disbanding yang membayar…Hehehe.

Ketika itu kamipun memutar otak. Kali ini trik sebelumnya pastinya tdk bisa berlaku pada Maribaya…karena tdk ada rombongan yang masuk ke Maribaya. Dan kemudian kami melihat seorg penduduk turun dari hutan diatas bukit diatas jalan setapak. Ketika kami ajak ngobrol, kami dapat informasi bahwa jalan dihutan2 tersebut bisa tembus ke arah desa si bapak itu, dan juga bisa kearah Maribaya yang tdk dijaga petugas. Yak..ayo kawan..lanjutkan!

Berbekal jiwa petualang, dan ogah rugi..kami pun masuk kedalam hutan…wah mana ini jalannya? Kok jalan setapaknya hilang. Melalui hutan2 bambu, dan hutan2 lain, saya kemudian memakai jaket, dan kupluk. Tidak mau ada serangga atau kejadian ular terulang lagi, atau bahkan masuk ke dalam baju..hiiiyy…
Namun semakin lama kami semakin kehilangan arah, ya..inilah namanya tersesat karena ogah rugi. Kan gak lucu kalo tiba2 ada berita disurat kabar, majalah atau tv atau bahkan tabloid gosip, telah hilang 4 org mahasiswa, tersesat dihutan karena ogah bayar tiket masuk…mana ketika kami melihat ke HP…oh no, tdk ada sinyal. Mantap ! kami pun mencak2 pada si empunya ide, sohib saya…sialan loe ye…masa kita tersesat hanya karena ogah bayar tiket yang murah segitu doang. yah rupanya mmg sdh sifat dasar manusia, bahwa ketika kelicikannya berhasil..semua ide diakuin sebagai miliknya, namun ketika tertimpa masalah…harus ada yg jd kambing hitamnya, hanya sekedar menumpahkan segala kekesalan akan malang yg menimpa…hehehehe.

Merrasa bertanggung jawab, dia pun sebagai pencari jejak…pencari jalan…dan akhirnya kami menemukan jalan setapak dihutan. Yah walaupun benar2 setapak, bekas tapak2 kaki doang, kami sdh sangat gembira…karena serasa menemukan peradaban kembali, jalan ini pasti akan membawa kami kesuatu tempat, desa , walaupun bukan ke Maribaya tujuan semula.
Setelah melalui jalan2 tanah yang semakin curam dan licin, dgn sepatu andalan saya converse, saya bahkan kadang2 ngesot sambil berpegang pd rumput2 atau akar2 pohon2. dan setelah perjuangan kami, dibawah…horey…Maribaya pun terlihat. Menurunin bukit dibawah tatapan pengunjung Maribaya yang mungkin heran, kok ada anak2 dekil muncul dr hutan diatas bukit, kami kemudian menyebrangi sungai kecil dan sampailah di Maribaya tanpa membayar uang sepeserpun, hanya dgn bayaran yang lebih mahal..cucuran keringat…hehehe.

Di maribaya kami bahkan tdk jalan2..hanya duduk melepas lelah, kemudian keluar kembali melewati gerbang tiket…untuk pulang kembali menyusuri Dago Pakar. Lucu ya…capek2 tersesat dihutan, pake acara ngesot2 segala menuruni tebing sampai baju sdh tdk karuan warnanya, ternyata hanya untuk duduk2 melepas lelah. Konyol memang, tapi mungkin jiwa muda memang susah untuk dimengerti…hehehehe.

Dan inillah dia, inti ceritanya…kami kemalaman dijalan..dihutan Dago Pakar. Seperti yang sdh saya ceritakan, saya dan sohib saya ini entah kenapa sering kemalaman dihutan bila berpetualang. Dan entah mengapa, sering mengalami kejadian aneh2..mungkin karena dia punya six sense kali ya…jd kayaknya dia punya byk penggemar didunia lain.
Kali ini pun kami kemalaman, dgn formasi dua-dua, saya berdua dgn teman yang paling besar badannya didepan (mksdnya biar aman, ada yg gede jaga disamping, diblkg pula ada dua teman yg jaga). Sohib saya dibelakang saya juga berdua. Dan inilah dia, karena masih ada cahaya magrib..kami memulai percakapan dgn cerita2 seram…mksdnya buat nakut2in teman kami yang satu lagi yg emg agak penakut.

Saya sebenarnya juga penakut, tapi karena berempat..dan semua teman perjalanan saya ini cowok semua, saya pun jd lebih berani. Mulailah topik2 seram diangkat…kemudian kami melewati gua belanda/jepang lagi…sekilas kami melihat kedalam..loh…kok ada cahaya? Pdhal gua itu kan gelap dan dalam…yah mungkin pantulan cahaya magrib diujung gua satu lagi piker kami. Kemudian kami mulai membahas, tapi kan gua itu tdk berujung lurus begitu? Masa iya ada cahaya muncul dr lubang satu lagi diujung sana…tapi au ah gelap…lanjut…

Hari semakin gelap, untungnya teman saya membawa senter…senter yg sebelumnya kami hemat, jaga2 kalo lebih kemalaman lagi dijalan. Di kejauhan terdengar suara gonggongan anjing, yang terus terang kami berempat takut anjing. Sehingga kami pun merubah formasi kembali, jd saling mendekatkan diri…bergandengan tangan. Terlebih sebelumnya teman kami tiba2 menjerit dibelakang saya, dia bilang seperti ada yang meniup2 tengkuknya. Yak..kami pun jd semakin japer…ayo bergandengan…gue ditengah…gue yg ditengah…rebutan ingin berada ditengah..hehehe. saya pun sempat kesal, kok ini cowok2 jadi pada penakut gini, bukannya jagain saya yang cewek seorg diri ini, malah rebut2an ditengah…

Dan akhir kata kami pun selamat kembali sampai diperadaban manusia. Pulang kelelahan menuju kost masing2…terkapar dgn sukses dan zzzzZZZzz…gud nite my pal…see you on the next adventure.


Actions

Information

7 responses

5 06 2009
anas

blog anda sangat menarik & informatif.
saya juga baca soal jalan2 anda di Loksado.keren banget…jd kangen ama Loksado nih.:)

10 06 2009
advanture

thanx anas, blog anda juga keren dan informatif. saya terinspirasi petualangan ke loksado berkat membaca blog anda. salam kenal…

6 06 2009
Lomar Dasika

hihihihi…..sering banged sich kejadian kemalaman di hutan….trus mana pake ada acara sixh sense lagi…hihihihi….duh, jadi serem…

alhasil, ga foto foto maribaya karena udah cape bertualang tersesat di hutan yah😛

10 06 2009
advanture

hai lomar, sobat bloggerku….sebenarnya semua petualangan saya ada dokumentasinya. cuma sayangnya karena kejadian2 di Bandung terjd saat masa muda, dokumentasinya juga dl gak terlalu saya anggap penting2 bgt utk dibawa serta ke kalimantan, jdnya ditinggal deh di Bandung🙂

15 07 2009
salfiannur

Lam kenal … nice advanture …. saya penjelajah web orang aja, ga punya web … saya sudah baca juga loksado story didinya …

20 06 2010
budi

wow… seru ceritanya kalo ada yang lain beritahu yah..

20 06 2010
advanture

Seru yah? Ahhh jd malu hehe, tq yah sdh brkunjung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: