Sangkimah, Taman Nasional Kutai – Sangatta

28 05 2009

Picture 330Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, dulu ketika baru menikah kami menetap di Bontang (kaltim). Ketika itu banyak sekali waktu luang yg bisa dimanfaatkan untuk berpetualang, melihat, mengenal dan mendekatkan diri dgn alam. Kami sempat vakum berpetualang ketika saya hamil dan melahirkan, hingga anak kami yg pertama berusia 1 tahun.

Saat anak saya sdh bisa jalan sendiri, kami mulai mengajaknya mengenal alam..agar dia bisa mencintai alam seperti kami mencintainya. Kami mengajaknya pertama kali adalah ke Sangkimah, Taman Nasional Kutai, yang letaknya ditengah jalan Bontang-Sangatta (sekitar 30km dari Bontang). Saya teringat pada petualangan ini ketika di Loksado kami bertemu dgn sepasang bule prancis yang berniat pergi ke Taman Nasional Kutai ini. Mereka memperlihatkan buku andalan mereka…Lonely Planet.

Bagi orang Indonesia, mungkin tidak ada yg menarik di sangkimah. Hanya sebuah hutan biasa…apa gunanya menjelajah hutan, bikin capek badan aja…kurang kerjaan, demikian pendapat sebagian orang, termasuk ibu saya.

Untuk itulah saya ingin berbagi dgn pembaca ttg hutan Sangkimah, atau orang bule lebih mengenalnya sebagai Taman Nasional Kutai.

Perjalanan kami lakonin menggunakan sepeda motor…gile, panas2an ngajak anak kecil naik motor hanya utk masuk hutan, udah gila kali ya?? Kota2 di kaltim mmg terkenal panas, mungkin karena Kalimantan berada persis di bawah garis katulistiwa ya. Kembali ke cerita, semua perbekalan anak kami siapkan didalam tas ransel yg dibawa oleh sang ayah. Perjalanan ditempuh selama 1 jam menggunakan sepeda motor.

Pertama kali sampai di Sangkimah, hal yg pertama diketemukan adalah monyet. Saya tdk tahu monyet jenis apakah itu, badannya besar, pantatnya rata (ya iyalah masa ada pantat berbukit2..hehehe). di rumah pengelola hutan, kami membeli tiket masuk yg  harganya 3rb/lembar (kalo gak salah).

Mungkin ini yg membuat Sangkimah terkenal,  yaitu trek pejalan kaki yang sepanjang jalan dibuat dari kayu ulin. Ulin adalah kayu asli Kalimantan yang terkenal kekuatannya dalam segala situasi. Ada beberapa trek yg dibuat kayu2nya agak menonjol yg dimaksudkan agar tdk licin. Di tempat ini ada pula lokasi buat berkemah, dan beberapa rumah yg tampaknya bisa digunakan sebagai tempat menginap, walopun sangat sederhana. Setelah membeli tiket, pengunjung bisa lgsg masuk kedalam hutan yg jalan setapaknya dibuat dari kayu ulin. Begitu memasuki trek, kami menemukan bangkai ular di dahan pohon. Hal yg membuat saya was2 sepanjang perjalanan, saya kan takut ular, apalagi pohon2 sangat rapat memagari kita…siapa tahu aja sdg sial, ada ular lain diatas pohon, takyuuut.

Picture 332

Dan satu hal lagi, hutan sangat amat sepi (ya iyalah…emg loe mengharapkan kyk diskotik..hehehe). yang terdengar hanya suara gemerisik daun2 kering yg jatuh, atau serangga, dari jauh terdengar suara monyet bersahut2an. Sepi dan hening banget, waktu serasa berhenti berdetik bila kamu memasuki hutan.

Menurut pengelola hutan, bila beruntung bisa bertemu monyet atau bahkan rusa. Wah berarti kami beruntung dong, karena begitu tiba sdh diterima oleh monyet dipintu masuk.

Semakin masuk ke dalam, semakin hening yg merindingkan bulu roma…habis sepiii banget gak ada suara manusia, yg ada suara alam…semakin masuk, kita akan mendengar suara air…rupanya ada sungai kecil yg melintasi hutan. Trek yg dilalui terkadang mendaki, terkadang menurun..tapi kalo gak salah lebih banyak mendakinya, habis capek banget, bisa langsing bo’.

Picture 337

Di sepanjang jalan kita hanya akan menemukan, pohon..dan pohon lagi. Di tiap pohon ada papan kecil berisi informasi ttg pohon tersebut, jenisnya, nama latin, dan sebagainya. Trek akan melalui jembatan kayu, Ulin besar ( yaitu pohon ulin yg hdp sdh ratusan tahun, sehingga ukuran batangnya kurang lebih sama dgn 10 org berpegangan tangan yg memeluk batang…guedeee bgt), jembatan titian 1 tali, jembatan titian dari batang pohon, rumah pohon, dsb, yang bila dilalui semuanya akan membawa kita kembali ke titik awal pemberangkatan, jadi muter2 aja sebenarnya.

Karena saat itu kami membawa anak kecil, dan ketika akan difoto dia jatuh dan menangis, akhirnya kami memutuskan hanya sampai di Ulin besar saja, kemudian memutar arah kembali. Namun semua trek sebenarnya sdh pernah kami lalui ketika kami belum punya anak.Begitulah petualangan kami di Sangkimah, hutan yg ternyata sangat diminati orang asing.

Sebenarnya negeri kita sangat kaya, cantik dan mempesona asal kita mau menyadari dan mensyukurinya. Ketika di Loksado, teman Arab kami jauh2 datang dari Arab hanya karena penasaran ingin melihat seperti apakah pohon gaharu itu. Saya, anda bahkan mungkin banyak org Indonesia sendiri mungkin tidak tahu seperti apa bentuk gaharu, dan tdk tertarik utk mencari tahu. Jadi sebenarnya bila kita mau menjaga alam, dan memanfaatkannya sebagai jualan wisata…Indonesia akan menjadi sangat kaya.


Actions

Information

2 responses

4 06 2009
Lomar Dasika

setuju Bu! Indonesia sangat kaya!
btw, Jadi penasaran mau lihat Pohon Ulin yang bisa dipeluk ketika 10 orang bergandengan tangan. Pasti super dashyat maha besar yah…..duh, begitu liat pasti kita langsung bisa merasakan keajaibanNya yah,,,

8 11 2009
anto

aku juga pernah ke Sangkimah.waktu itu ditemani ama Tresina teman sekolah kita n guyuran hujan lebat yang memaksa aku untuk segera berlalu dari sana.untung tas kameraku gak tembus oleh hujan hutan tropis yang terkenal dahsyat.seingatku di dalam Taman Nasional Sangkimah ada mata air 7 tingkat,kereeen deh jeng.trus di sana juga masih ada orang utan yang sayangnya sulit ditemui karena sangat sensitif dengan keberadaan manusia.yang bisa dijumpai hanya sarangnya yang bertebaran di pohon2 gede karena sering berpindah tempat n bikin sarang baru.kapan2 ke sana lagi aja jeng,jangan lupa kontak dulu Tresina.dia ‘kuncen’ di sana.kan jadi bisa tahu hal2 menarik di Sangkimah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: