Mengisi Baterai di Desa Budaya Pampang

16 12 2012


Sudah lama…lama dan …lamaaaaa sekali kami berniat ke desa budaya yang satu ini untuk melihat tarian adat khas dayak. Walaupun kami sudah beberapa kali ke desa ini, namun selalu salah waktu. Kalau gak datangnya terlalu pagi, atau datangnya salah hari, atau kesorean sehingga tidak kesampaian melihat tarian dayak dan orang-orang dayak berkumpul di satu tempat (balai desa yang berbentuk rumah panjang) yang bernama lamin.

Hari ini kesampaian juga akhirnya melihat tarian khas dayak langsung di desa yang dihuni oleh suku dayak kenyah yaitu desa budaya pampang…yippie. Duo krucil langsung antusias mendengar bahwa kami akan melihat tarian khas, mereka langsung gak sabar pengen buru-buru masuk lamin. Untuk melihat acara ini kami membayar 30rb, dengan rincian perorang dewasa 15rb sedangkan anak-anak digratiskan. Beruntungnya, walau krucil katanya tidak usah membayar tapi mereka tetap dikasih tiket oleh penjaga gerbang. Kemudian setelah parkir, kami masuk lamin besar yang sudah penuh dengan turis-turis lokal dan mancanegara serta disebelah kiri terlihat para tetua dayak duduk memanjang ditempat duduk yang tersedia. Lamin ini adalah balai desa yang berbentuk rumah panjang tanpa sekat, didalamnya penuh dengan ukiran-ukiran khas dayak serta kursi-kursi panjang. Nama lamin ini Bloq Pemung Tawal.

Nah, ketika masuk lamin kami diberi 3 buah gelang manik-manik bertuliskan PAMPANG oleh panitia sesuai jumlah karcis yang sebelumnya diberi oleh penjaga karcis di gerbang depan. Kami diberi gelang berwarna kuning, orange dan hijau dengan kombinasi tulisan berwarna hitam. Sekali lagi duo krucil kami langsung heboh, rebutan gelang manik…hadeuh.. Menurut jadwal acara sih tarian dayak ini diadakan tiap hari minggu dimulai jam 14.00, namun agak lama juga kami menunggu, mungkin karena sudah terlanjur penasaran jadi berasa lama hehe..

Sebelum acara dimulai, pembawa acara memberi informasi bahwa sesi foto bersama penari, pemusik atau tetua dilakukan setelah acara tari-tarian selesai. Sekali sesi foto dikenakan tarif 25rb / 3x foto. Si ayah langsung tidak menyia-nyiakan kesempatan, menghilang untuk membeli tiket untuk 2 sesi foto, artinya kami dapat jatah 6 kali berfoto. Lumayan bisa berfoto langsung dengan tokoh-tokoh yang selama ini hanya kami lihat di kartu pos.

Kemudian acara yang dinanti pun mulai, ada beberapa jenis tarian. Tarian selamat datang oleh anak-anak perempuan kecil, tarian perang oleh anak laki-laki, tarian topeng oleh ibu-ibu, dsb yang nama-nama tariannya susah untuk diingat. Yang jelas begitu melihat tari-tarian ini, melihat langsung tarian adat di rumah adat lamin memulihkan segala semangat saya. Ibarat mengisi baterai yang sudah hampir lowbat…benar-benar menyegarkan dan menyenangkan. Di dua tarian terakhir, penonton boleh ikut menari bersama yang semakin menghidupkan suasana.

Ayah gak mau ketinggalan ikutan menari loncat-loncat diantara 3 pasang kayu yang digerak-gerakan oleh penari melebar dan menyempit mengikuti irama lagu, yang membuat duo krucil tertawa lebar sekaligus ngeri melihat hentakan kayu semakin lama semakin cepat …hahaha… Setelah acara tarian selesai, beberapa anak kecil penari mendatangi saya menawarkan diri untuk dipotret. Tapi karena kami pengen berfoto dengan tetua, kami pun menolak tawaran mereka..duh, takut banget nih kalo 6 kali jepret terbuang percuma.

Akhirnya dibantu oleh pembawa acara, kami berhasil mengajak para tetua berfoto bersama. Alhamdulillah dapat giliran pertama, jadi bisa puas-puasin deh 6x berfoto dengan tetua yang nampaknya tidak bisa berbahasa indonesia. Setelah itu baru terlihat oleh kami, ternyata ada seorang tetua perempuan yang berkuping panjang…OMG, dengan menyesal saya pun menatap tetua tersebut…ini dia yang pengen saya foto, tapi jatah kami 6x jepret sudah habis walau hasilnya kurang memuaskan karena difotoin oleh orang lain..hiks-hiks. Akhirnya dengan nekat, kami bertanya pada panitia yang memberi kami gelang manik-manik, nih pak liat (sambil nunjukin hasil foto sebelumnya), rupanya kami belum berfoto dengan yang bertelinga panjang…tapi karcis kami sudah dikasihkan semua tadi, boleh gak foto lagi? *pasang tampang memelas*

Alhamdulillah wasyukurillah saudara-saudara, kami dibolehkan berfoto-foto lagi. Gak cuma 1x foto, malah 3x foto lagi. Sayangnya kali ini tidak ada yang bisa dimintai bantuan untuk mengambil foto, jadi yang berfoto hanya saya dan si sulung (bungsu takut) saja yang berfoto, jepret sama ibu bertelinga panjang asli. Saat akan berfoto lagi, tetua disebelah saya memegang-megang kepala saya…saya kira mau diapain kepala saya, ternyata malah dipasangin topi miliknya dikepala saya. Si ayah langsung heran, wah bunda…tetuanya senang tuh sama bunda sampe dikasih topi…hehe…

Pulangnya kami semua puas, ayah senang karena bisa menari bersama dan impiannya tercapai melihat langsung suku dayak yang masih bertelinga panjang, krucil senang karena koleksi tiketnya bertambah dengan adanya tiket masuk lamin dan dapat gelang manik asli dari desa pampang. Saya bersyukur banget punya anak yang benar-benar pecinta alam & budaya, biasanya anak-anak seumuran ini mana mau diajak nonton-nonton tarian adat, tapi duo krucil kami malah antusias banget. Saking senangnya mereka ngajak nonton tarian lagi, yang dikasih gelang-gelang lagi ya bunda…hahaha. Ok anak-anak, nanti ayah bunda bikin planning lagi ya, kita liat tari-tarian khas daerah lain lagi, okeh? See you on our next adventure :)





Gua Jepang yang Tersembunyi

16 11 2012

Seperti biasa, urusan nyari-nyari tempat baru si bunda (saya) jagonya. Sistematikanya seperti ini, saya hembuskan isu, anak-anak antusias, dan si ayah yang mencari letak pastinya..hehe. Nah, sudah lama nih saya punya info bahwa di Balikpapan mempunyai tempat-tempat bersejarah peninggalan perang, dan hampir semua tempat sudah kami kunjungi…cuma satu nih yang belum nemu, yaitu gua jepang dan jembatan tua, dan tampaknya tidak banyak info yang bisa di dapat di internet. Nanya ke beberapa kenalan, jawabannya ngambang , kurang lebih memang pernah dengar ada gua tapi gak tahu dimana tempatnya. Nah loh?

Saya hanya tahu bahwa ada gua dan jembatan tua di daerah bernama gunung dubbs, nah gunung dubbs itu dimana kami aja gak tahu. Cari di GPS kok gak ada, nyari info sana-sini akhirnya nemu, letaknya di dalam komplek pertamina jalan minyak. Oke, kami sudah menemukan petunjuk pertama. Kira-kira kurang lebih sebulan yang lalu, kami pun berkelana mencari gunung dubbs. Begitu ketemu, kok rumah-rumah dengan hutan yang masih terjaga aja yang tampak. Sedang gua nya sendiri tidak terlihat tanda-tandanya, muter sana-sini akhirnya bertemulah kami dengan pos security. Bertanyalah si ayah pada security setempat, dan lagi-lagi dikasih jawaban ngambang. Kalau gua sih belum pernah dengar, kalau yang masuk acara tukul arwana sih ada..namanya pancur. Tapi sebaiknya jangan kesana pak, hati-hati kalau memang pengen kesana karena banyak kejadian tidak mengenakkan di daerah tersebut, kalau kejadian harus dibuangnya jauh-jauh (hmmm, apanya yang dibuang ya?). Baiklah, kami akan hati-hati…dimana letaknya pak? Disana…terus aja, tunjuk security tersebut tanpa mau memberi arah lebih detail…disana itu dimana.

Hadeuh, terus terang kami gak tahu apa dimaksud bapak tersebut dengan masuk acara tukul? Memang acara tukul acara apaan sih? Tapi dari nadanya sih, kayaknya tempatnya angker sampai si bapak tersebut memberi peringatan dan tidak mau memberi arah secara detail. Yah, terus terang saya jadi gak berminat lagi kalau urusannya dengan yang seram-seram, mending nyari yang indah-indah deh…hehe.

Si ayah sih malah tambah penasaran, dan sebel liat istrinya yang penakut mundur teratur… jadi gak berminat mencari gua jepang yang awalnya justru isunya saya yang nyebar..hehe. Mungkin kalau tidak ada krucil sih saya berani maju, tapi mengingat bawa duo krucil …mending mundur teratur aja deh, kok kayaknya tempatnya tersembunyi dan terkesan disembunyikan gitu yang pastinya ada maksud. Mungkin memang angker, jadi sebaiknya gak usah aja deh…(alasan penakut…wkwkwk).

Krucil sih seperti biasa antusias, ayo ayah…bunda kita cari gua nya. Hadeuh anak-anak, kali ini percaya deh sama bunda…mending gak usah deh, kita nyari yang indah-indah aja ya…hehe. Dan kami pun pulang. Tapi ternyata petualangan belum berakhir. Si ayah yang masih penasaran, mencari-cari info sendiri. Dan suatu sore, tiba-tiba pulang telat. Begitu sampai rumah, si ayah cerita…sudah nemu gua yang dicari dan jembatan tuanya. Tempatnya di hutan…dan cerita ditutup dengan kata-kata, gak usahlah kesana. Laa, si ayah aja tiba-tiba ngomong gitu…what happen aya naon taiye…Case closed? Gak juga, cerita masih berlanjut kok…suer…hehe…

Dan percakapan tentang gua pun terhapus dengan sendiri di little house on the praire kami. Tapi, kamis sore kemaren ketika Balikpapan tiba-tiba tampak lengang ditinggal sebagian warganya berlong weekend dan kami akan ke sebuah rumah sakit tapi ternyata dokter-dokternya pun tidak berpraktik. Kami jadi kebingungan, kemana lagi ya kita? Tahu-tahu krucil melihat pelangi didekat tempat parikir dan minta di foto bersama pelangi (tumben-tumbenan kan minta difoto). Setelah difoto, mereka pun merebut HP bundanya pengen melihat hasil foto bersama pelangi, eh terlihat oleh mereka foto ayah bundanya di muara badak..dan terjadilah ” bumi gonjang- ganjing “, duo krucil ngambek karena gak diajak…dasar bocah-bocah petualang, gak mau terlewat satu pun serial petualangan. Dan memang sengaja tidak dimasukkan di blog ini, karena memang itu hanya jalan-jalan ayah bundanya dan memang sejak punya duo krucil jadi terasa hambar kalau jalan cuma berduaan. Itulah sebabnya gak masuk blog, dan bahkan krucil pun tidak tahu.

Mereka minta ke muara badak saat itu juga…hadeuh bocah..bocah. Ntar deh kapan-kapan kita ke sana. Sekarang kita jalan-jalan aja, oke? Karena ada yang ngambek itulah, akhirnya kami jalan gak tentu arah. Yo wes, kita lewat gua jepang aja…kata si ayah akhirnya. Tapi cuma lewat loh ya, gak menjelajah. Begitu sampai di areal hutan, si ayah melambat, menunjukkan jalan setapak ditengah hutan itulah menuju jembatan tua. Ada beberapa jalan kecil yang terlihat di kerimbunan pepohonan. Sedang gua nya sendiri tepat dipinggir jalan yang sudah beberapa kali bolak-balik kami lalui saat mencari gunung dubbs. Guanya kecil dan pintunya tertutup rapat, dan tertutup oleh rerimbunan pohon dan semak sehingga kalau gak pelan-pelan dan jeli, ya memang gak terlihat. Oalah, itu toh tempatnya…gua jepang checklist sudah didatangi eh dilalui…jembatannya si ayah gak mau menunjukkan karena letaknya ditengah hutan itu dengan hawa-hawa dingin gimana gitu…katanya…gak usah aja katanya.

Okelah, yang penting kami akhirnya jadi tahu dimana areal letak gua jepang dan jembatan tuanya. Dan krucil begitu sudah melihat gua jepang, jadi lupa ngambeknya…hehe. Have a nice long weekend everyone :)





Mengenang Sejarah Melalui Meriam Jepang

20 10 2012


Hari diawali dengan hujan yang tampaknya bakal awet seharian. Bungsu sekolah seperti biasa, sedang sulung mulai merengek-rengek pada ayahnya..”abang bosen dirumah, pengen jalan-jalan”. Maklum, si ayah memang baru pulang tadi malam.

Menjelang siang, cuaca mulai berubah drastis. Hujan mendadak berhenti, dan matahari bersinar cerah ceria (saking panasnya). Baiklah kalau begitu, saatnya jalan-jalan. Tapi kemana lagi? Rasa-rasanya kok semua tempat di Balikpapan sudah kami dikunjungi. Tanya dulu ke mbah gugel (google), dan dijawab ada satu tempat yang kayaknya krucil bakalan senang dan belum kami datangi, yaitu Meriam Jepang.

Menurut mbah gugel sih, letak meriam jepang ini di daerah yang bernama gunung bugis, sebagian menyebutnya juga dengan nama gunung meriam di balikpapan barat. Nah loh, karena semua daerah di balikpapan bernama gunung-gunungan dan juga kami bukan penduduk asli sini, agak bingung juga kalau petunjuknya hanya berdasarkan nama daerah gunung-gunungan begini ini. Di mana sih gunung bugis itu ? Saatnya buka GPS…eh GPS pun bingung, apalagi kami hehe. Akhirnya daripada bengang bengong gak jelas tujuan gini, ayah telp temannya yang asli sini. Setelah dapat petunjuk yang cukup dimengerti, kami pun mengarahkan kendaraan ke ujung balikpapan, kebun sayur terusss sampe hampir mentok, belok kanan. Nah disini bertanya lagi sama penduduk setempat, dan ditunjukkan arah yang dimaksud.

Nanjak terus, dari ketinggian kami bisa melihat laut yang terbentang dan kapal-kapal besar dikejauhan. Indah sih, sayang karena cuaca panas banget, membuat saya jadi malas ngambil foto. Jalannya menanjak dan kecil, serta kanan kiri cukup padat dengan pemukiman. Setelah dua kali lagi bertanya, kemudian sampailah kami di meriam jepang ini. Tempatnya agak tersembunyi sehingga kalau belum pernah kesini memang harus banyak bertanya dulu.

Meriam Jepangnya sendiri tampak cukup terpelihara. Letaknya di areal PDAM yang di pagar dan ada pengumuman besar bertuliskan dilarang masuk selain petugas. Namun karena penduduk sekitar bilang boleh saja masuk, ya kami masuk. Dan yang paling antusias siapa lagi kalau bukan sulung saya yang suka banget nih segala hal yang berhubungan dengan sejarah dan begini ini…peninggalan-peninggalan bersejarah.





Pulau Tukung, Tanah Lotnya Balikpapan

6 10 2012


Jika anda pernah ke Balikpapan, kemungkinan besar anda tahu dimana letak pulau ini. Pulau ini adalah pulau kecil yang letaknya tidak jauh dari tepi pantai di daerah melawai. Jika anda makan-makan di daerah melawai, pasti pemandangan yang tersaji di depan mata ya pulau tukung ini.

Seringnya pulau tukung ini dikelilingi oleh air laut, jarang sekali saya melihat pulau ini tidak dikelilingi air (atau mungkin sayanya aja yang jarang lewat tempat ini sehingga jarang melihat pulau tukung tidak dikelilingi air). Karena duo krucil saya penggemar pantai, dan karena kami sedang males nyari pantai yang jauh-jauh, jadi rencana awalnya ya hanya main-main di pantai batu-batu banua patra. Rupanya saat melalui daerah ini krucil saya melihat air laut sedang surut yang membuat mereka histeris meliat pulau tukung tidak dikelilingi air (saya sih dengarnya sayup-sayup karena ketiduran dimobil hehe), jadi mereka membangunkan saya supaya membantu mereka merayu si ayah agar bisa berkelana di pulau tukung.

Dengan masih antara sadar dan tidak, saya sih he eh aja. Dan disinilah kami akhirnya, di pulau tukung. Mumpung air laut surut nih, jadi kami bisa berkelana di pulau yang seringnya hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Ternyata tidak hanya kami yang pengen menikmati pulau ini, banyak anak muda yang juga beramai-ramai berjalan di tepi pantai ke arah pulau tukung. Dulu sih ada rencana pemkot untuk mendirikan semacam jembatan penghubung daratan dengan pulau ini yang konon katanya jika dibuat seperti tanah lot nya bali, lumayan bisa nambah-nambah turis untuk berkunjung. Tapi entah kenapa, sampai sekarang tidak pernah terealisasi.

Pulau ini banyak batu-batu gedenya loh, batu-batu karang kehitaman yang berlumut karena keseringan terendam air laut. Ya mirip-mirip tanah lot lah…bagus juga sih, sayang pemandangan ke daratannya agak kurang bagus karena tepian pantainya kurang tertata…mungkin kalo dihijaukan bagus juga hasilnya. Foto-foto wajib kayaknya buat semua pengunjung pulau ini, saat saya sedang mengabadikan gambar duo krucil saya tiba-tiba datang sepasang anak muda yang dari tadi saya liat sibuk foto-foto di pulau ini. Mereka meminjam si bungsu saya untuk di foto bersama mereka, gak cukup sekali tapi dua kali. Duile,saya sama si ayah langsung takjub…OMG, masih kecil aja sudah ada yang ngefans sampai minta foto bersama…gimana kalau besar nanti? hehe…

Setelah puas mengeksplore pulau ini, duo krucil saya langsung heboh bermain pasir…hadeuh, dasar anak pantai, senang banget deh kalau berurusan dengan pantai, kelomang dan pasir. Krucil happy, kami pun senang…have a nice weekend everybody :D





Tugu Perdamaian yang Terkucilkan

6 10 2012


Sudah lama saya liat penunjuk arah bertuliskan cagar budaya di pojok terpencil yang tertutup oleh dahan dan daun pepohonan di dekat cikal bakal jalan tol Balikpapan-Samarinda. Tapi karena berbagai hal, jadi tidak sempat-sempat juga kami memuaskan keingintahuan ttg cagar budaya apa gerangan yang tersembunyi di daerah tersebut.

Sejak kemaren sih si ayah sudah dapat panggilan melaut lagi,diperkirakan antara Jumat atau Sabtu…karena tidak tahu pastinya kapan, ya jadi harus stand by di tempat. Untungnya menjelang siang, telp yang ditunggu itupun datang. Dibatalkan…yippie, duo krucil langsung histeris senang. Maklum, si ayah belakangan ini memang jarang-jarang ada dirumah saat weekend. Kata si bungsu sih, adek bengang bengong kalo ayah kerja…maksudnya dia bete kalo ayahnya kerja saat weekend karena teman bermainnya biasanya jalan bersama orang tua mereka, sedang krucil dirumah aja. Mau main…teman mainnya pada jalan…kesian. Dan kalo ada ayah seperti bisa ditebak…jalan-jalan pastinya dong…

Tapi kemana yah? Yak, saatnya menjawab berbagai pertanyaan yang berkecambuk (halah bahasanya…hehe) di benak kami tentang misteri yang tersembunyi dibalik penunjuk arah kecil bertuliskan cagar budaya yang kadang kami lihat. Letaknya sih tidak jauh dari hiruk pikuk alat-alat berat yang sedang mengerjakan proyek jalan tol dan jalan menuju pelabuhan peti kemas.

Masuk ke dalam pagar yang tampaknya sih merupakan areal rumah warga, jalan masuk kira-kira 50m agak masih hutan walau di luar pagar adalah jalan raya yang hiruk pikuk dengan bunyi kendaraan serta lokasinya juga dekat dengan proyek jalan tol, tapi begitu masuk dalam wilayah ini kami seperti memasuki dunia yang berbeda. Sunyi, penuh pepohonan, sendirian (eh berempat deng..hehe)..mirip seperti Alice in the wonderland…ya kurang lebihlah, maksudnya perasaannya sama, memasuki dunia asing, terkucilkan ditengah hiruk pikuk keramaian, atau bahasa kerennya teralienasikan.

Seru sih, kami suka…ada pohon belinjo lagi yang banyak buahnya. Sayang tinggi, kalo gak tinggi bisa-bisa saya panjat deh buat nyari buahnya dan daunnya…lumayan bikin sayur asem dirumah hehe. Dan jeng-jeng…sampailah kami di semacam aula yang ditengah-tengahnya terdapat sebuah tugu berwarna biru bertuliskan tulisan jepang dan keterangan tugu perdamaian. Jalan sedikit lagi, ada lagi tugu berwarna putih. Dan that’s it…hanya itu memang…gak jelas juga saya kenapa tugunya ada ditengah hutan begitu, dan terkesan terbengkalai dan terkucilkan ditengah hiruk pikuk dunia luar. Yang penting kami jadi tidak bertanya-tanya lagi tentang cagar budaya apa gerangan ditempat tersebut…dan krucil jadi tahu, bahwa jepang pernah menjajah indonesia walau sebentar. Cuma agak susah juga menjawab pertanyaan si sulung, kenapa sih orang suka berperang…yak, benar bang…Damai itu lebih baik dan indah deh, peace :D





Lebaran ala Geng Angry Birds di Pantai Ambalat

24 08 2012


Duo krucil saya punya temans bermain yang hampir seluruh anggotanya penggemar angry birds, atau kalaupun gak begitu suka tapi suka gak mau kalah dibanding anak lain. Bisa dipastikan, jika yang satu punya barang baru bertema angry birds…besoknya yang lain pasti punya juga, minta belikan ke orang tuanya. Jika yang satu mau pergi kemana, besoknya mereka akan pergi juga…haha…bener-bener geng yang penuh persaingan.

Nah, lingkungan tempat tinggal kami dimana geng angry birds ini eksis adalah perumahan yang hampir seluruh warganya pendatang. Sehingga kalau libur sekolah atau terutama Lebaran, perumahan ini hampir kosong melompong ditinggal penghuninya mudik. Kalau mau bermaaf-maafan ya nunggu H+ dulu baru bisa bertemu. Kebetulan ada seorang tetangga dekat kami yang tahun ini tidak mudik.

Kami baru sampai dirumah tgl 22 pukul 22.00 wita, dan langsung tepar sampai pagi. Pagi sempat bersih-bersih dan nyuci pakaian kotor yang numpuk, lanjut tidur lagi sampai akhirnya kami dibangunkan duo krucil. Mereka bilang, ayah…ke pantai cepat. OMG, ternyata saat kami tidur, krucil saya dan dua orang anggota geng angry birdsnya membuat rencana sendiri, janjian ke pantai bareng. Sama saya & si ayah, krucil saya bilang…cepat yah, ditungguin papanya ipank tuh. Sebaliknya, sama orang tuanya…ipank & angga bilang, buruan pa…tuh ayahnya alvaro sudah siap. Halah…jadilah kami para orang tua sama-sama kaget. Saat para bapak ini berembuk, hayo deh…kepalang tanggung, kemana kita? Pantai Ambalat aja deh yang relatif sepi…yuks maree…

Saya yang dibangunkan secara mengaggetkan masih melayang-layang, bingung…nih anak-anak lucu banget sih, kecil-kecil sudah bisa bikin janjian untuk berpetualang bareng walau dalam hal ini masih mengandalkan para orang tua. Syukurlah mereka sudah punya jiwa untuk berpetualang bareng kawan…mari kita dukung. Jadilah masih dalam kondisi sempoyongan, saya buru-buru siapin berbagai tetek bengek…baju, handuk, minyak, makan siang (untung tadi pagi sempat masak), kue-kue lebaran (untung banget banyak yang ngasih), tinggal minuman aja nih…ah gampanglah bisa beli sambil jalan. Untungnya krucil saya sudah punya sekop & ember untuk bermain pasir, nah tinggal temannya ini yang gak punya dan pengen beli dulu juga dijalan.

Setelah semua siap, kami pun konvoi. Saat mereka berhenti beli mainan untuk bermain pasir, kami berhenti beli minuman. Sesampai di pantai, anak-anak langsung heboh main pasir sementara para ayah mendirikan tenda, para ibu menurunkan bekal. Wah seru juga piknik bareng tetangga, sekalian halal bihalal di pantai. Geng angry birds dong…happy banget…sampai menjelang magrib pun masih sibuk main pasir & air.,,wkwkwk. Ternyata menyenangkan juga liburan bareng begini, saat anak-anak heboh bermain, orang tuanya sibuk ngerumpi, sayang gak semua geng angry birds nih yang ikutan, sebagian masih mudik.

Dan pembicaraan pun berakhir pada satu kesimpulan, lain kali kita piknik bareng lagi dengan skala lebih luas, artinya tetangga yang diajak lebih banyak lagi. Dan someday, kita ramai-ramai ke Trans Studio di Makassar…hahaha..Duo krucil saya pasti puas banget tuh, setelah seminggu berpetualang di Bandung, pulang-pulang disambut dengan petualangan baru bersama teman-teman dekat. Have a nice day everyone :D





Bike to Spend Time

29 01 2012


Weekend biasanya ngapain? Pastinya menghabiskan waktu bersama keluarga kan, mau tidur kek, jalan-jalan kek, bersih-bersih kek…whatever…kami juga gitu, kalo gak jalan bareng, masak bareng, bersih-bersih, atau apapunlah…

Tapi kalo weekend ayah sibuk, kami juga ikutan sibuk. Gak mau kalah…malah kayaknya kami lebih sibuk lagi daripada si ayah…hehe. Jadi kalo ayah lagi “dinas”, on, ngejob, “naik”, kerja, atau apapunlah sebutannya…dan kami cuma bertiga di rumah…ya ngapain lagi yang kami lakukan kalo gak ikutan sok sibuk juga, just for fun, just for spend the time…

Biasanya sih duo bocah kebingungan kalo ayah sedang kerja di hari weekend, bingung ngabisin waktu ngapain. Kalo ada ayah kan bisa gulat bareng, main bola, atau nyuci-nyuci mobil, atau jalan-jalan, atau kegiatan apapun yang biasa para ayah lakukan bersama anaknya. Nah, kalo ayah kerja, kegiatan yang paling sering kami lakukan untuk menghabiskan hari ya sepedaan. Sepedaan kemana-mana, kadang ke hutan, kadang ke tengah kota, kadang nyari makanan, kadang hanya sepedaan…liat-liat jalan hehe.

Hari ini kami kembali sepedaan bertiga. Sepedaan sepanjang hari, pagi sepedaan ke “hutan” dekat rumah dan bertemu ular yang menyebabkan terpaksa mutar arah lagi, gak jadi ambil jalan pintas. Habis sepedaan ngaso sebentar minum kelapa muda di tempat makan dekat rumah. Pulang-pulang hari sudah siang, makan, tidur…sorenya sepedaan lagi. Kali ini ambil jalan berbeda, kami mau makan mie ayam dan bakso di komplek sebelah, yang jaraknya lumayan juga kalo naik sepeda, terlebih harus naik turun bukit. Iseng banget kan? Padahal kalo cuma makan bakso, di komplek juga banyak yang berkeliling. Atau kata si ayah…kenapa gak naik motor?Tapi itu dia, kan niatnya olahraga eh spend time, menghabiskan waktu daripada bengong nonton tv mulu. Pulang-pulang sudah maghrib, kali ini bertemu segerombolan burung yang sedang dalam perjalanan pulang ke sangkarnya (entah dimana itu).

Bersepeda bareng duo krucil sebenarnya cukup ribet, mau ngebut susah karena si bungsu masih roda empat. Mau ke jalan rame, was-was plus mulut monyong karena sibuk mengomando dan teriak-teriak : “ke pinggir, jangan ke tengah”, atau “stop, ada mobil” ya komando semacam itulah. Mau ke jalan sepi yang biasanya berlumpur atau rusak, repot juga karena sibuk dorong sana-sini sepeda yang terjebak lubang. Mau jalan jauh, gak bisa karena biasanya sibungsu keburu mengeluh “adek capek”. Mau ke tanjakan capek, karena biasanya tugas si bundalah mendorong dua sepeda sekaligus…

Ribet, repot, capek, was-was…tapi senang. Senang karena duo krucil biasanya jadi lupa bertanya kapan ayah pulang atau merengek-rengek minta telp ayah tiap jam. Senang karena duo krucil jadi senang, bergembira bersama menghabiskan hari libur yang terasa lebih panjang dari biasanya kalo ayah sedang kerja. Senang karena biasanya nafsu makan duo krucil meningkat sepulangnya sepedaan.

Have a nice day everyone :D





Field Trip ke Pabrik Tahu-Tempe, Somber

21 01 2012


Siapa bilang jalan-jalan harus ke tempat-tempat wisata? Ke pabrik tahu & tempe pun ternyata menyenangkan dan yang pasti sih menambah wawasan. Jadi weekend kali ini diisi dengan nemenin si bungsu field trip sekolahnya ke pabrik tahu-tempe di somber..yippie!!!

Sudah pada tahu dong produk olahan dari kacang kedelai yang membumi dan merakyat bernama tahu dan tempe. Harganya yang meriah, ditambah rasanya yang lezat dan bergizi, menjadikan produk ini dikenal seantero Indonesia raya. Tapi apakah ada yang sudah tahu cara maupun proses pembuatannya yang ternyata butuh waktu berhari-hari?

Apa? Sudah pada tahu? Ya sudah deh saya gak jadi cerita kalo gitu (hehehe..). Mau sudah pada tahu atau tempe, tetap akan saya ceritakan di blog ini. Kan blog ini emang berisi cerita-cerita yang sebenarnya diperuntukkan sebagai kenang-kenangan untuk duo krucil saya hehe.

Nah, pagi ini si bungsu kami yang cantik berangkat dari sekolahnya naik bis! Bayangkan, naik bis! Saya sih sebagai emak petualang senang banget melihat anak saya naik bis. Penting banget sebagai bekal jika dewasa kelak mau backpackeran around the world harus belajar naik bis sedari dini. Walau nangis, toh paling-paling nangisnya 5 menit doang.

Jalan yang dilalui ternyata sudah pernah kami lintasi saat mencari hutan mangrove. Dan disebuah komplek di daerah somber (gak tahu komplek apa namanya), masuklah bis tersebut ke dalamnya. Rupanya disinilah sentra pembuatan tahu tempe, karena hampir ditiap rumah saya liat sedang ada kegiatan pembuatan tahu maupun tempe. Eh ternyata ada juga sebuah pabrik pembuatan mainan kayu loh, walau di pabrik mainan ini nyamuknya banyak dan ganas.

Setelah melihat pabrik mainan, kemudian kami melihat proses pembuatan kripik tempe. Tempe yang telah dibuat, dipotong tipis-tipis oleh seorang pekerja, kemudian dicampur bumbu dan digoreng. Hawa ruangan lumayan panas, dan karena saya emak-emak yang suka penasaran, saya kreatif sendiri dong nanya-nanya proses pembuatan tempenya. Kalo bikin kripik doang sih gak perlu dijelaskan kali.

Nah, begini katanya. Kacang kedelai dicuci bersih dulu, kemudian di rebus dalam tong-tong besar sampai mendidih, kemudian dicuci lagi sampai kulitnya terkelupas sehingga kedelai jadi bersih. Nah kedelai-kedelai inilah yang siap dibuat menjadi tempe.

Kedelai-kedelai bersih itu didinginkan, kemudian dikemas dalam plastik atau daun, dikasih ragi. Tunggu hingga proses fermentasi selesai, tadaaa..jadilah tempe kesukaan kami. Katanya sih prosesnya 4 hari..wow keyen..

Setelah itu sibungsu ke pabrik tahu. Nah, disini gak boleh dekat-dekat karena banyak yang panas-panas. Jadinya saya gak dapat fotonya deh. Prosesnya kacang kedelai bersih dimasukkan kesebuah alat sehingga keluar sarinya yang ditampung dalam ember-ember plastik. Terus dimasak, kemudian diperas airnya dan dipadatkan. Halah, gak jelas banget sih ceritanya..hehe, maklum duo krucil mulai rewel. Jadi deh emaknya hanya melihat sekilas dan tidak sempat pula nanya-nanya ke empunya pabrik.

Pulangnya? Hore..adek dapat oleh-oleh lumayan banyak berupa satu plastik tahu, tempe dan kripik tempe. Yeaayyy…bisa untuk bahan masakan hari ini. Ternyata menyenangkan juga first field trip adek ke pabrik tahu-tempe :D





Panen Rambutan di Ambalat

14 01 2012


Weekend yang cerah setelah semingguan ini di Balikpapan basah diguyur hujan yang bikin udara lebih sejuk dari biasanya. Udara yang hangat ditambah ayah yang tumben-tumbenan gak on duty dihari weekend dimanfaatkan duo krucil untuk menagih jalan-jalan ke pantai. Maklum anak pantai, pecinta pantai sejati hehe..

Segera saja, setelah si bungsu pulang sekolah, si bu’ung diarahkan ke ambalat, pantai terdekat yang relative masih sepi di banding pantai-pantai lainnya. Dan eng ing eng…sepanjang jalan kami menjumpai pohon-pohon rambutan yang lebat berbuah berwarna merah cerah di halaman rumah dan kebun penduduk. Sebagian di jual di depan rumah oleh penduduk, tapi sebagian besar, pohon dibiarkan lebat berbuah tanpa ada tanda-tanda ada yang berniat memanennya. Ahh..sungguh surganya buah di daerah solok api dan ambarawang laut yang merupakan daerah dimana Ambalat berada.

Yippie..saatnya panen rambutan. Maksudnya panen bukan karena kami pemilik kebun, tapi karena dimana-mana banyak rambutan jadi serasa panen sendiri hehe. Pastinya menyenangkan membeli rambutan yang baru dipetik dari pohonnya, dan pastinya juga harganya jauh lebih miring dong dibanding beli dari tangan kedua, ketiga atau ke empat.

Sebenarnya selain rambutan, yang terlihat semarak oleh buah juga pohon cempedak, dan durian. Tapi karena kami malas makan cempedak yang banyak getahnya, juga mulai menjaga diri dari kolestrol-kolestrolan sehingga durian termasuk dalam daftar buah yang mulai dijauhi. Jadilah pilihan jatuh pada rambutan.

Dan benar saja, ketika bertanya pada penduduk, harganya miring banget dibanding di daerah lain apalagi di pasar yang terletak di pusat kota Balikpapan. Harganya seribu rupiah perikat kecil, padahal dipusat kota harganya mencapai 5-8rb/ikat kecil. Lumayan buat bekal di pantai, ada yang manis-manis berair menyegarkan untuk melepas dahaga di cuaca yang terik.

Di pantai, ritual seperti biasa pun dilakukan masing-masing anggota team, ayah sibuk mendirikan tenda agar bisa tidur didalamnya. Krucil sibuk main pasir dan mencari kelomang, si bunda sibuk foto-foto. Puas bermain di pantai, kami tidak langsung pulang. Tapi melaju lebih ke dalam, ke arah perkebunan penduduk.. saatnya berburu rambutan lagi langsung dari kebun, panen rambutan..yeay..Dan mendapat setandon besar rambutan hanya dengan 18rb saja..yippie. Semua senang sembari mulut sibuk ngunyah rambutan. Kata si sulung : “ini hari istimewa, kita pesta rambutan” hehe :D





Air Terjun Pinang Seribu Sampai, Samarinda

2 01 2012


Lucu ya nama air terjunnya; “Pinang Seribu Sampai”. Mungkin dulunya angkot untuk sampai ke kawasan ini (air terjun) seribu rupiah, makanya dinamakan seribu sampai hehe, hanya perkiraan iseng loh tentang asal usul namanya.

Dan..ya..ya, kami masih di Samarinda, masih punya jatah liburan awal tahun sampe hari ini. Walau ayah sedang demam tapi duet krucil gak bisa dibujuk untuk menunda petualangan mencari air terjun seputaran Samarinda. Maklum, pecinta alam sejati…Sejak pagi begitu bangun tidur bahkan seharian ini mereka ribut terus “mau ke air terjun”.

Akhirnya, siang hari sebelum kami kembali ke little house on the praire kami di Balikpapan, kami pun melanjutkan petualangan yang tertunda. Disupiri ayah yang sedang demam, kami pun mencari air terjun yang namanya lucu ini, Pinang Seribu Sampai. Konon katanya air terjun ini berasal dari sungai batu besaung yang berarti sebenarnya air terjun ini perpanjangan air terjun berimbai. Air terjun pinang seribu sampai ini katanya sih letaknya di sempaja juga. Entah dimana, buta nama jalan & lokasi, hanya modal nekat dan tekad serta bertanya pada penduduk setempat seperti biasa, akhirnya nemu juga..yippie…

Air terjun ini letaknya sebenarnya tidak terlalu jauh dari pusat kota, terutama tidak terlalu jauh dari simpang sempaja. Lebih tepatnya, terletak di jalan padat karya, sekitar 6 km dari simpang padat karya atau lebih dikenal dengan nama bengkuring.

Jalannya? Lupakanlah sebutan saya akan jalan rusak ketika menuju air terjun berimbai. Kalau jalan batu besaung, jalan menuju air terjun berimbai saya sebut rusak, maka jika ada sebutan yang lebih rusak dari rusak, begitulah jalan menuju air terjun pinang seribu sampai ini. Jalannya hancur…rusak berat disana sini. Hanya jalan tanah yang tampaknya sempat dikeraskan dengan batu gunung namun tidak merata, sehingga disana sini gerinjal gerinjul, kendaraan jadi geol sana geol sini.

Sebenarnya mendekati air terjun ini, pemandangan yang terhampar cukup menarik dan indah. Sawah membentang di kanan kiri jalan, dengan petani yang sedang menanam padi dan pepohonan lebat sebagai latarnya. Indah, namun tidak dibarengi dengan infrastruktur yang memadai untuk menikmatinya. Baliho besar tentang wisata air terjun ini dari dinas pariwisata yang terpampang dijalan jadi terlihat seperti umbul-umbul saja.

Akhirnya setelah bersakit-sakit badan dalam kendaraan yang berjoget dijalan bergelombang, diujung jalan kami pun melihat danau besar berisi sepeda air berbentuk berbagai binatang. Memasuki gerbang kayu yang tersedia kami disambut oleh rumah lamin berbentuk panggung, barulah disebelah kanan parkiran kami melihat air terjunnya. Dengan membayar uang sebesar 15 ribu rupiah, dengan hitungan 5 ribu rupiah perorangnya, kami dapat menikmati kawasan tersebut yang berisi arena permainan air, outbond, air terjun, serta deretan gazebo yang disewakan sebesar 20 ribu rupiah perjam.

Air terjunnya sendiri cukup menarik bagi saya pribadi, bentuknya berundak-undak, mungkin bisa dikatakan mirip dengan air terjun bantimurung versi kecilnya. Sayangnya walau air terjun ini licin, dan menyebabkan ayah terpeleset jatuh hingga HP dikantong jadi korban kecelup air, namun banyak sekali pengunjung yang bermain air disini sehingga membuat saya kesulitan mendapat foto air terjunnya sendiri hehe.

Seperti kata sulung kecil saya, air terjunnya lebih bagus dari kemarin bunda…tapi jalannya lebih rusak..hehe. Mungkin abang suka karena di kawasan ini banyak tersedia permainan serta lebih tertata dan terpelihara walau jalan menuju kesini hancur. Walau si ayah lebih suka air terjun berimbai, yang jelas duo krucil kami ternyata lebih suka kawasan air terjun ini. Mereka sampai ngambek dan menangis ketika diajak pulang. Baiklah duo krucil, lain kali kita main kesini lagi yah sayang, maafkan ayah bunda yang menyebabkan abang dan adek tidak sempat menikmati semua permainan yang ada karena kita sedang buru-buru mau pulang. Tapi ayah bunda kan sudah janji, next time petualangan kita pasti lebih seru lagi.

See you on next the adventure :D








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 595 other followers