Kuala Lumpur – Phuket – Hatyai – Penang

13 02 2013

20130215-080720.jpg

Sudah baca cerita tempat-tempat yang kami kunjungi selama petualangan awal tahun kami kan? Nah kali ini saya akan bercerita tentang petualangan seru selama perjalanan kami menuju tempat-tempat tersebut, menulis cerita ini agak lama dan beberapa kali tersendat karena agak-agak malas nulis panjang-panjang hehe. Tapi karena lebih dimaksudkan sebagai dokumentasi pribadi, supaya kalau dewasa kelak krucils kami bisa mengingat betapa serunya petualangan-petualangan ala ransel mereka bersama ayah bundanya, dipaksain juga nulis sehingga baru selesai sekarang :)

# Menuju LCCT, Kuala Lumpur (Malaysia), 13 Jan 2013 #

Kami berangkat dari little house on the praire kami, yang kecil mungil banget, untuk berpetualang. Pesawat yang kami tumpangi diundur waktu keberangkatannya dari siang menjadi sore, yang kalau ontime dijadwalkan mendarat jam 20.00 waktu setempat. Hal inilah yang membuat saya sedikit was-was memikirkan jika terjadi delay pesawat, apa yang akan kami lakukan sesampainya di KL? Tiket bis yang menjelang tengah malam (23.30) menuju Hatyai otomatis tidak terkejar dan hangus. Voucher hotel di Phuket yang sudah dibeli otomatis hangus juga…ooh noo..

Alhamdulillah segala kekhawatiran saya tidak terjadi… walau delay, pesawat hanya mengalami penundaan kurang lebih 30 menit. Jadi semua rencana awal bisa dilaksanakan. Entah perasaan saya aja, atau memang pesawatnya ngebut…eh tiba di LCCT Kuala Lumpur sekitar jam 8-an juga seperti perkiraan semula. Setelah beres urusan imigrasi, kami pun ngacir mencari Taxi. Eh kenapa Taxi sih? padahal naik bis juga bisa sampai tepat waktu di terminal Puduraya. Ya pertimbangannya sih supaya gak ribet-ribet lagi, langsung diantar ke Puduraya tanpa harus naik turun bis di KL Sentral dulu lalu melanjutkan ke Puduraya. Kami pintas saja, pakai Taxi langsung ke Puduraya agar masih punya waktu untuk makan-makan dulu dan melepas sedikit jetlag sebelum memulai petualangan yang sebenarnya..apalagi setelah ditanya di counter Taxi bandara, kami hanya dikenakan tarif RM 74. Mahal sih kalau dirupiahkan, tapi hitung-hitungan kalau dibagi 4 dan hemat waktunya…jadi termasuk murah.

# Menuju Hatyai & Phuket (Thailand), 13-14 Jan 2013 #
CIMG5467 Baiklah…berangkaaat! Mungkin karena masih jetlag, bungsu saya mabuk..muntah-muntah. Untunglah setelah itu bungsu saya tidak mabuk lagi. Begitu sampai di Puduraya, kami pun langsung menyeberang..ada KFC, kesukaan krucils..kami pun makan dulu. Banyaknya calon penumpang yang juga seperti kami, kelaparan tengah malam menyebabkan KFC ini penuh banget. Sementara ayah ngantri, krucils istirahat dulu di sofa empuknya..baring-baring, minum susu dot (hehe walau petualang cilik masih ngedot loh..bikin ribet ayah bundanya kalau berpetualang mau gak mau bawa dot kemana-mana), ke kamar kecil, main-main dulu ngilangin jetlag.

Begitu pesanan tersedia, kami pun makan dan minum dulu. Di minimarket sebelah resto, beli-beli minuman dan cemilan juga. Perut kenyang, bekal penuh…jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 23.00…ayolah kita masuk terminalnya. Puduraya ini lebih mirip mall kecil menurut saya, rapi dan bersih. Dan ternyata banyak juga penjual minuman dan cemilan disini… Yang agak membingungkan adalah…dimana loketnya? Kok dari tadi kami hanya menemukan ruang-ruang kecil dikelilingi kaca bertuliskan nomor-nomor, dan dikelilingi tempat duduk calon penumpang.

Tanya orang yang kayaknya petugas (pakaiannya sih mirip petugas hehe), ditunjukkan keatas…begitu naik, malah nemu tulisan hotel..loh kok? Turun lagi, jalan lagi…nah kemudian banyak nih yang manggil-manggil menyebut berbagai tempat tujuan, penang, butterworth, dsb dst dll. Pada orang-orang inilah kami bertanya lagi, mereka menyuruh kami keatas. Begitu naik tangga (tangga yang berbeda dari tangga yang pertama), dilantai atas ditunggu beberapa orang…kemudian kami tunjukkan tiket yang kami beli diinternet, lalu dibawa orang ini ke atas lagi (kali ini naik eskalator), kelantai tiga yang lebih mirip ruang tunggu bioskop…berAC dan berkarpet yang dinding-dindingnya dipenuhi loket-loket penjual…nah ini dia yang dicari. Agen bis kami diloketnya sama sekali tidak memajang nama bisnya…hanya memajang tujuan-tujuannya..penang, butterworth, hatyai, dsb. Lalu apa bedanya dengan agen sebelah, yang memajang tujuan yang sama? Celingak-celinguk, baru keliatan deh didalam ruangannya ada dipasang satu foto bertuliskan Alisan..bener nih.

Setelah giliran kami, si agen memberi kami sebuah kartu nama yang katanya kalau beli gak usah diwebsite itu lagi, lebih mahal. Langsung ke dia aja dan tiket kami ditukar dengan tiket sebenarnya yang didepannya diberinya password wifi, ini adalah bis free wifi katanya…iih sumpeh loe? beneran nih? cihuyyy…bisa terus eksis dong eike…wkwkwk…Kami kemudian disuruh nunggu dibawah, di tempat berkaca yang dikelilingi tempat duduk itu yang bertuliskan no 15 (kalau gak salah).

Cukup lama juga nunggu bisnya, nah begitu bis ini muncul dibawah..kami masuk keruang berkaca tersebut yang ternyata adalah tangga turun menuju perhentian bis dibawah. Ukuran bisnya sebesar bis double decker (bis dua tingkat), baik tingginya maupun panjangnya. Namun bedanya bis ini hanya memuat sedikit tempat duduk, hanya berkisar 28 seat (kalau gak salah) dengan posisi 2 tempat duduk dikanan serta 1 di kiri. Tempat duduknya empuk seperti kereta argo, yang kakinya bisa dilonjorkan kursinya bisa diatur-atur. Penumpangnya hanya belasan orang, tidak semua tempat duduk terisi. Sebelum berangkat supir memberi tahu letak selimut, sehingga untuk yang butuh selimut disilahkan ambil selimut sendiri. Tempat duduk sudah diatur senyaman mungkin, krucils dengan sweater dan dilapisi selimut memegang boneka dan susu masing-masing posisi siap tidur, lampu bis telah dimatikan…siap, berangkaaat!

Bisnya berjalan tidak terlalu lambat namun juga tidak terlalu ngebut, sedang sehingga nyaman. Sulung saya langsung antusias melihat jalan, melihat tebing-tebing yang dihiasi lampu sorot sedang bungsu sudah terlelap. Ketika perjalanan baru berlangsung 2 jam, bis berhenti di toilet umum di perhentian seperti yang ada dijalan-jalan tol. Disini banyak bis dan kendaraan pribadi juga berhenti. Sementara krucils tidur, saya ganti-gantian sama ayah turun ke toilet sambil meregangkan kaki. Sekitar jam 04. 30 pagi, bis berhenti lagi di semacam pujasera di daerah bernama Changloon (disini ada yang jual makanan, snack, dan toilet. Toilet disini bayar loh..hehe). Beberapa penumpang memanfaatkannya untuk sikat gigi dan cuci muka, sedang kami memanfaatkannya untuk ke kamar kecil dan makan kwetiaw serta minum Milo kesukaan krucils selama petualangan.

Supir langsung meminta pasport semua penumpang disini…sudah sampai perbatasan? ternyata belum…disini passport kami hanya dikasih semacam kertas didalamnya. Gak berapa lama, kami naik lagi. Jalan tidak jauh tiba-tiba jalan macet. Eh ternyata bis antri disini, sehingga jalannya agak lama…kami sudah memasuki Bukit Kayu Hitam nih, perbatasan Malaysia. Begitu loket imigrasi keliatan, kami disuruh turun tanpa membawa barang…cukup passport tok. Antrinya lumayan juga disini, walau subuh ternyata banyak juga yang mau menyeberang ke Thailand. Setelah semua penumpang lewat imigrasi dan kembali ke dalam bis, bis pun jalan lagi. Paling sekitar 300-500 meter, eh antri lagi…perbatasan Thailand cuy. Nah baru disini kami disuruh turun dengan membawa seluruh barang kami turun, disini barang diperiksa…walau cuma lewat mesin Xray aja. Setelah dapat cap masuk Thailand, kami naik lagi ke bis. Kami orang terakhir naik bis, karena sempet-sempetnya si bunda ngambil foto-foto krucils dulu diperbatasan…yang membuat sulung saya bete, tuh kan bunda..bunda sih foto-foto terus…hehehe..gpp bang, kan pasti ditungguin juga sama bisnya (si bunda membela diri wkwkwk).

Nah memasuki Thailand, pemandangan berubah…dari awalnya hanya perkebunan sawit jadi perkebunan karet. Banyak hutan, dan begitu melewati beberapa kota…tulisan-tulisan mulai susah dibaca. Perubahan pemandangan ini menyenangkan bagi kami, inilah negara yang kata banyak orang mirip dengan Indonesia. Ketika jam menunjukkan jam 08.00 pagi…bis pun berhenti di depan agen bisnya di Hatyai. Wow..inilah Hatyai, Thailand.. anak-anak…nanti kita akan mampir disini dalam perjalanan pulang tapi sekarang kita nyari bis ke Phuket dulu.

Umumnya yang ditawarkan ke Phuket adalah minivan, tapi saya gak mau naik minivan…kecil, susah melonjorkan kaki sementara perjalanan masih 8 jam lagi dari situ. Cari bis aja deh, tapi ya ampyun…gimana mau nyari terminal bis…tulisannya gak dimengerti semua gini. Akhirnya daripada repot lagi, kami memutuskan masuk kedalam agen bis Alisan aja, tanya bis ke Phuket. Ada yang berangkat jam 9, beli seharga 1260 Bath…kami pun makan-makan dulu di resto seberang agen bis, namanya Rocky Muslim Restaurant. Awalnya saya agak ragu karena tempatnya kecil, tapi ramai sementara resto lain yang lebih besar tdk ramai. Ternyata makanannya enak-enak, tom yam nya yang paling enak yang pernah saya coba selama perjalanan kami kali ini, lembut, asem manis segar tanpa amis…

Sementara krucils kami suka banget roti canainya, saking sukanya mereka minta dibungkus 4 buah lagi, saat sedang dibikinkan baru 2..eh orang dari agen bis kami menyeberang memanggil kami, bis sudah ready. Buru-burulah kami membayar makanan, gak jadi nambah deh…untung 2 sdh jadi tinggal bawa. Begitu nyeberang, kami kebingungan nyari bisnya…mana dia? Eh malah disuruh naik tuk-tuk yang sudah ngetem depan agen bis, katanya kami akan diantar ke bisnya menggunakan tuk-tuk ini, free…gak usah bayar-bayar lagi wanti-wanti agen bis.

Di dalam tuk-tuk yang kecil mungil itu ternyata sudah ada dua turis (entah korea, atau jepang..). Jadilah kami desak-desakkan mengatur posisi dengan bawaan ransel masing-masing..aduk maknyak..sempit. Tuk tuk ini lumayan ngebut dan ternyata tempat bisnya jauh banget, kalau disuruh ngingat jalannya..pasti lupa lagi, belok sana-sini soalnya. Eh ditengah jalan, tiba-tiba tuk tuk ini berhenti menaikkan dua penumpang lagi…ampun deh..

Rupanya tuk-tuk ini memang khusus penumpang bis. Kami dibawa ke sebuah tempat lagi, yang merupakan agen bis lagi. Nah, didepan agen bis kedua ini banyak bis-bis kecil seperti metromini parkir. Walau bis ini jauh lebih kecil dari bis pertama tapi tempat duduknya juga cuma sedikit sehingga lega juga untuk krucils bermain selama perjalanan. Komposisi tempat duduknya 3-1, 3 dikanan, 1 dikiri dan lagi-lagi tidak semua tempat duduk terisi yang lumayan menguntungkan juga sehingga membuat krucils bisa menggunakan tempat duduk tersisa sebagai arena bermain dan tidur.

Lama perjalanan 8 jam, bis beberapa kali berhenti di toilet umum dan di sebuah resto pinggir jalan yang kami pergunakan untuk makan lagi serta menambah perbekalan untuk krucils. Kemudian ditengah perjalanan naiklah dua orang biksu yang duduk dibelakang kami yang menarik perhatian krucils kami. Semakin lama pemandangannya semakin indah, karst-karst yang terselebungi oleh hijaunya tanaman terlihat menyembul di sana-sini..wah ini dia nih yang jauh-jauh kami cari…

Singkat cerita, sampailah bis di terminal bis Phuket. Nah disini kami bingung lagi nih, mau naik apa dan dimana sih letak hotel kami. Tanya informasi, dia menyarankan kami menggunakan (Taxi namun yang ditunjuknya sih tuk-tuk), it’s that ok? tanyanya pada kami…no..no we want like that..tunjuk kami pada Taxi ya seperti Taxi yang kita kenali selama ini. Disebelah bagian informasi ada daftar harga Taxi yang dirilis resmi, gilee aja kalau bayar 450 Bath pake tuk-tuk demikian pikir kami. Baru setelah di dalam Taxi yang bersih & wangi (namun supirnya gak bisa berbahasa inggris) kami kepikiran, ooh mungkin dia nawarin tuk-tuk harganya lebih murah dibanding naik Taxi..taela..tak kirain naik Taxi yang dimaksudnya tuk-tuk, kalau disuruh naik tuk-tuk dengan harga Taxi sih males banget, tapi kalo harganya murah sih bisa dipertimbangkan wkwkwk…Tapi gak apalah, sudah pengen cepat-cepat mandi di hotel nih, kalau pake tuk-tuk lagi untuk perjalanan selama 30 menit bisa-bisa berat makin nambah nih, nambah dengan berat jelaga dan daki yang makin nempel hahaha…

Perjalanan lumayan lancar awalnya, kemudian begitu mulai mendaki bukit (bukit atau gunung tuh yah? anggaplah bukit) yang bertuliskan Patong City jalanan jadi sedikit padat. Dan sampailah kami di hotel..yippie. Begitu sampai, check in…sementara ayah sekalian mesan tour di resepsionis (supaya besok bisa langsung ber sun bathing ala mas Leo), kami pun masuk kamar. Begitu masuk kamar, krucils langsung happy…telisik sana, telisik sini…Punya bocah yang gampang dibikin happy memang nyenangin, perjalanan jauh hampir seharian dijalan pun tidak membuat mereka bete…yang ada happy terus, main mulu…ada aja hal yang bikin mereka bergembira bahkan melihat babi gendut pun bisa membuat mereka ketawa ngakak…haha..

Setelah ayah selesai pesan tour, semua kembali wangi seusai mandi…berangkaat! Cari makan dong sekalian liat-liat kayak gimana sih kota ini kalau malam, kebetulan kami dipinjamin motor milik Mrs. Ploy nih…asyeekk..Kami memutuskan ke Jungceylon karena krucils memaksa mencari museum kerang, tapi karena gak nemu letaknya dan kelaparan juga, lelah juga akhirnya kami nyari makan seputaran mall aja, gak makan di dalam mallnya sih yang setelah ditelisik kok jenisnya sama dengan makanan yang sering dijumpai di mall di kota kami, karena kami jenis orang yang suka makanan kaki lima (plak, lempar sandals…padahal alasan sebenarnya sih supaya hemat wkwkwk) maka kami memutuskan nyari makan di kaki lima yang banyak bertebaran di depan Banzaan Fresh Market yang terletak di seberang Jungceylon.

Awalnya agak bingung juga nih memilih makanan, banyak pilihannya…dan nyari yang halal itu agak rempong. Akhirnya nemu juga ada penjual yang berjilbab yang kebetulan lagi bisa bahasa melayu dan jenis makanan yang dijualnya adalah makanan kesukaan krucils, kwetiaw yang di Thailand disebut Phad Thai. Malam pertama di Patong pun ditutup dengan Phad Thai, Nasi Goreng serta 2 Juice Coconut, 2 Juice Manggo dan 1 Juice Stawberry (borong semua…lafaaar) serta beberapa cemilan, baik yang dibeli di mini market maupun yang di kasih Mrs.Ploy untuk duo krucil kami.

Kami menghabiskan waktu 3 malam 2 hari di Patong, Phuket sebelum melanjutkan petualangan kembali. Selama di Patong kami mencoba Island Hopping di Phi Phi Island, menjelajah Phuket Town, berkelana dari satu pantai ke pantai lain, mengunjungi Shell World Museum serta Phuket Aquarium (cerita detail tentang tujuan ini bisa dilihat di postingan sebelumnya).

# Kembali Menuju Hatyai (Thailand), 17 Jan 2013 #
IMG_2345
Kemudian hari ketiga, pagi-pagi sekali kami sudah ngendon di lobby hotel menunggu Taxi yang malam sebelumnya dipesan menjemput kami. Setibanya di terminal Phuket, celangak- celinguk di berbagai counter bis…nyari-nyari bis tujuan Hatyai, tidak satupun tulisan yang kami mengerti…untungnya disebuah counter kami menemukan tulisan yang langsung bisa dikenali bertuliskan Hatyai. Penjaga loket tidak bisa berbahasa inggris, jadilah kami menggunakan bahasa isyarat…kami mencari bis yang nyaman dan paling pagi agar bisa mengeksplore Hatyai dulu sebelum melanjutkan petualangan.

Singkat cerita, kami tertipu…bukan bis first class seperti yang diharapkan, kami malah diajak muter-muter keliling Thailand ! Ya ke Krabi dulu, lanjut ke Pha Nga, lanjut ke mana-mana lagi deh..tiap kota yang dilalui, bis masuk ke dalam terminal dulu, masuk ke dalam kotanya dulu menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan ataupun terminal…ampuun daah…kapan nyampainya kalau gini? Kalau turun dijalan terus lanjut pakai apaan? Arrghhh…mau gak mau tetap pakai bis itu deh sampai tujuan. Akibatnya bisa ditebak, walau sudah ancer-ancer dari pagi…tetap aja sampai di Hatyai sekitar jam 4 an sore. Ya walau agak bete, tapi kami dapat hikmah juga…jadi tahu kota-kota lain seputaran Phuket yang ternyata tidak kalah indahnya…aahh jadi langsung punya gambaran deh untuk petualangan selanjutnya *catat* hehe..

Begitu sampai di terminal bis Hatyai, beberapa orang menghampiri kami menawarkan Bis tujuan lain ataupun Tuk-tuk. Hanya seorang bapak yang agak kalem, jadilah kami menanyakan padanya harga tuk-tuk yang ditawarkannya untuk mengantar kami ke hotel. Dia awalnya meminta 150 Bath, kemudian turun 120 Bath..karena kami orang Indonesia yang gak afdol banget kalau gak nawar, akhirnya setelah tawar menawar yang cukup alot berlangsung selama … 1 menit..hehe.. kami pun sepakat untuk mengeluarkan 100 Bath untuk sampai ke hotel…dimana pun itu letaknya…

Ternyata tuk-tuk tidak langsung berangkat, masih nunggu penumpang lainnya..ampun dah. Untungnya cuma ada kami ketika itu, gak ada turis lain…jadilah tuk-tuk yang starternya agak-agak mengkhawatirkan itu berangkat. Begitu sampai…ow..ow…uang di dompet saya hanya tinggal 2 lembar uang 1000 Bath, sedang supir tuk-tuk gak punya kembalian. Korek sana sini, terkumpullah uang kecil 20-an Bath 4 lembar dan karena supir tuk-tuk tidak mau di diskon lagi, kami pun menukarkan uang ke resepsionis hotel yang pastinya bingung berat, ini ujug-ujug kok ada orang nyamperin minta tukar duit, loe kira disini penukaran duit…hehe..

Akhirnya sampai juga di hotel…yippie! Seperti biasa krucils langsung sibuk telisik sana-sini dan “menandai” daerah dulu dengan meresmikan toiletnya…hehe. Setelah semua bersih dan wangi, petualangan pun berlanjut. Sstt…ada yang gak sabar pengen wisata kuliner, buru-buru ngajak keluar hotel. Di lobby hotel kami mengambil selembar peta kota, dan karena seperti biasa krucils gak mau kalah…maka terpaksalah diambil 3 buah lagi, masing-masing megang satu peta di tangan..baru puas. Setelah mempelajarinya, kami pun memutuskan jalan kaki karena tujuan utama yaitu stasiun kereta ternyata letaknya hanya dua blok dari hotel.

Di stasiun ternyata loket tujuan luar kota sudah tutup, setelah bertanya pada petugas kereta dia menyarankan besok pagi kami kesini lagi, loket ke Penang dibuka jam 6 dan kereta berangkat jam 6.30 pagi…oke deh…sekarang sudah bisa santai. Keliling-keliling, nemu makanan aneh-aneh dan murah..beli. Waah gak rugi deh mampir disini dulu, bisa kuliner sepuasnya. Maghrib masuk hotel dulu, setelah itu malam petualangan makanan masih berlanjut. Sebelum tidur, si ayah sempat cukur rambut dulu yang konon cerita ayah, tukang cukurnya berijazah diploma sehingga cukurannya memang gak sembarangan…hmmm… iya, beneran yah? tapi hasilnya cukurnya kayaknya sama aja tuh yah, sama-sama botaks hehe…

# Menuju George Town, Penang (Malaysia), 18 Jan 2013 #
IMG_0205
Setelah tidurnya yang nyenyak banget, keesokan subuhnya kami pun mulai grasak-grusuk bersiap-siap. Petualangan masih berlanjut, kami berniat mencoba kereta yang dengar-dengar (eh baca-baca lebih tepatnya) sih konon kabarnya kereta ini adalah sleeper train dari Bangkok. Jadi penasaran kayak gimana sih sleeper train itu…apakah seperti di film-film made in Holywood? Daripada penasaran lebih baik di coba, walau jadinya waktu yang dihabiskan dijalan lebih lama dibanding naik bis.

Kami jalan kaki dari hotel ke stasiun kereta yang hanya dua blok saja dari hotel, karena masih subuh, hampir semua masih tutup…hanya toko roti depan stasiun yang sudah buka. Walau bekal masih banyak di dalam tas, tapi kami tetap beli roti, beberapa potong paha ayam, plus Milo (kesukaan krucils nih, selama perjalanan minumnya Milo mulu, baik dalam kemasan kardus maupun yang dibuat oleh mesin-mesin minuman dalam mini market) dan si ayah mencoba mie yang dikasih air panas yang dijual di mini market stasiun kereta.

Di stasiun kami diberi tahu bahwa kereta kami di gerbong 2..ingat gerbong 2 ya…jangan gerbong yang lain yang walaupun keretanya membawa gerbong yang cukup banyak, ternyata saya baru ngeh di perbatasan gerbong kereta berkurang hingga tersisa 2 atau 3 gerbong saja. Naik kereta di Hatyai ternyata tidak senyaman yang saya bayangkan karena ini adalah sleeper train dari Bangkok, jadilah begitu naik agak bingung juga kami…gak ada tempat duduk…semua berupa tempat tidur dan masih tertutup gorden, sebagian malah masih berisi orang-orang yang masih tidur atau baru kebangun dengar suara-suara penumpang yang baru naik.

Tiket yang tidak mencantumkan nomor tempat duduk membuat kami harus berdiri sementara menunggu beberapa tempat tidur dirapikan dan diubah menjadi tempat duduk kembali. Untunglah suara krucils yang lumayan berisik terdengar oleh seorang ibu asal Jakarta yang sementara memberi tempat tidurnya untuk diduduki krucils. Setelah agak lama juga mencari-cari tempat kosong, nebeng sana-sini sama turis Prancis, akhirnya seorang petugas memberitahukan kami bahwa tepat disebelah tempat duduk ibu asal Jakarta tersebut ada kursi kosong..hufft…akhirnya…

Kursi kosong tersebut awalnya adalah milik orang bule, yang entah kenapa tiba-tiba menghilang. Namun setelah selesai di imigrasi dan gerbong dikurangi, bule tersebut muncul lagi yang membuat saya jadi gak enak hati. Akhirnya bule tersebut berbagi tempat duduk dengan teman-teman bulenya yang lain, nah…kalau sudah gitu baru akhirnya perjalanan bisa dinikmati.

Selama perjalanan kami mendengar cerita dari ibu asal Jakarta tersebut tentang pengalamannya traveling selama ini (yang ketika itu sedang travelling sendiri dari Bangkok ke Kuala Lumpur) dan teman baru kami asal Pakistan yang menurut ceritanya selalu mengalami kendala di perbatasan, diperiksa lebih lama dibanding yang lain (mungkin karena negaranya kerap diidentikkan dengan teroris). Di imigrasi perbatasan, semua penumpang diharuskan turun membawa semua barang untuk diperiksa namun petugasnya cukup ramah pada kami. Kami hanya ditanya, bawa sesuatu tambahan dari Thailand? Ya bawa snack untuk cemilan krucils dijalan..dan that’s it, diperiksa pun hanya ala kadarnya. Kemudian kereta jalan lagi, pemandangannya? ya kurang lebih dengan di Indonesia sih menurut saya, cuma yang membedakan sawah-sawahnya di garap menggunakan traktor tidak tenaga manusia lagi.

Ketika akhirnya sampai di Butterworth, kami pun seperti biasa..sok tahunya timbul..hehe. Dengan pede nya kami mengikuti bule-bule di depan kami, ya pastilah tujuannya sama seperti kami jadi ikutin aja deh..haha. Ternyata salah jalan, seorang warga menunjukkan terminal bis jalan sana katanya menunjukkan jalan satu lagi. Jadi deh karena ayah kepedean pengen naik bis, kami ambil jalan muter yang agak lumayan ke terminal bis. Tapi semua agen yang memanggil-manggil kami tiap nanya mau kemana, jawab Penang…malah nunjuk jalan menuju tangga ke atas. Agak bingung juga awalnya…sudahlah yah, kita keatas aja..itu pasti ke ferrynya..mending naik ferry deh, tinggal nyeberang tok.

Kami pun memutuskan keatas dan benar saja itu jalan ke ferry. Sebenarnya dari stasiun kereta nih banyak jalan keatas menuju ferry ini, gak usah muter-muter ke terminal bis dulu…cuma namanya turis, agak-agak bingung juga *asik-asik cari alasan aja hehe*. Begitu sampai diatas, ada loket…nah loket ini bukan loket karcis looh…tapi loket penukaran uang ..jadilah kami nukar uang kecil karena untuk bisa masuk ke ruang tunggu harus masukin uang RM 1.20 per orang dewasa, krucils sih gratis…ada pintu khusus krucils.

Ferrynya banyak, gak mesti nunggu berjam-jam karena tiap 30 menit ada ferry berangkat. Tapi berbeda kalau malam, ferrynya sedikit jadi agak-agak lama nunggunya. Kendaraan yang naik ferry hanya sekitar max 10 kendaraan kalau penuh tapi ketika itu banyak kosongnya. Waktu tempuh sekitar 30 atau 45 menit (maklum gak pake jam, pake feeling doang hehe). Begitu touchdown (pletak, lempar sandal lagi…bahasanya itu loh hehe) di Pulau Pinang, keluar…ikutin jalurnya…dan…sampailah kami diterminal bis (lagi)? Haha…seru juga sih, jadi ceritanya sih dari terminal / stasiun ke terminal lagi, gak perlu jauh-jauh nyari kendaraan, terpadu banget pelabuhan ferry gabung dengan terminal bis dan stasiun kereta.

Nah sampai sini sudah siang, lupa lagi…kayaknya jam 1.30-an gitu deh. Kami pun makan senemunya aja, ada warung kecil…disitulah kami makan. Ketika makan, ada seorang ibu-ibu muda yang berpakaian petugas terminal juga makan disamping kami. Dia menanyakan nak kemana? George Town, Chulia Street…jauh tak? Taklah jauh sangat, katanya. Kalo naik bis, bis nomor berapa? Semua bis boleh…katanya, tapi kalau nak ke Chulia 201,202,203 gitu katanya. Kalau naik Taxi, mahal..tambahnya lagi (yang semakin memperkuat argumen saya pada si ayah, yang katanya pengen backpackeran tapi pengennya naik Taxi mulu…hadeuh..hehe).

Baiklah, perut kenyang langkahpun ringan..naik bis pun hayo. Bisnya Rapid Penang, yang setelah kami tunjukin voucher hotelnya ke petugas-petugas terminal pada gak tahu…cuma seorang yang menyuruh naik 203. Di bis, kami hanya membayar sekitar RM 2,50 /orang dewasa, kalau gak salah (lupa lagi euy). Kening supir bis pun agak-agak berkerut melihat alamat hotel kami…gak tahu juga dia dimana letaknya…hadeuh…Kemudian ketika bis jalan hanya sekitar 2-3 blok, kami pun dipanggil supirnya…katanya coba turun sini…kayaknya daerah-daerah sini deh, cari-cari aja sekitar sini katanya. Dan gak jauh dari tempat kami turun, tepat dibelakang resto india yang ramai…disitulah plang nama besar bertuliskan nama hotel kami, ya ampyuun DJ…dekat banget sebenarnya dari pelabuhan ferry tadi, jalan kaki juga nyampe…hahaha….

Begitu sampai kamar, tempat tidurnya ada dua, satu ukuran single, satu lagi ukuran double…tapi ya kamar mandinya share sama kamar sebelah…haha..gpplah, namanya juga hotel budget. Krucils mandi, baring-baring sebentar…dan berkelana lagi. Karena hotel kami letaknya ditengah-tengah keramaian, jadi ya berkelananya jalan kaki kemana-mana…sok-sok turis (laah memang turis). Sorenya kami memutuskan keliling pakai bis…tujuannya? entahlah, pokoknya ngikut kemana bis membawa aja. Akhirnya malah lucu, kurang lebih begini percakapannya

Supir bis Rapid Penang : ” nak kemana?”
Kami : “ehmmm…mmm…mana ya enaknya *saling berpandangan*..keujung aja deh (yang sempat nyontek di peta jalur bis,ada daerah yang bernama Bukit Bunga) ehmm..Bukit Bunga…”
Supir : mungkin melihat wajah bingung kami menambahkan kebingungan kami “Yakin nih?”
Kami : ” Yaaa…ya..yaa..kiin deh…eh Batu Feringgi aja deh…(halah gak yakin dong namanya kalau mengubah tujuan)
Supir : “Sebenarnya mau kemana sih?” (mulai gak sabaran karena dibelakang yg ngantri makin bertambah banyak)
Kami : ” jalan-jalan aja pak, suer deh..” pasang tampang memelas & nelongso…laa wong turis yang baru kali itu kesitu, kami juga gak tahu mau kemana..hehe..
Supir : “Kalau sampai habis, itu harganya RM 6/orang”…
Saya bisik-bisik ke ayah sambil nepuk-nepuk dompet…pssstt…psstt…pssttt (terjemahannya : cepatan bayar gih…)

Setelah tiket ditangan dan disuruh duduk manis…perjalanan pun berlanjut mengikuti tour ala rute bis Rapid Penang 201 hahaha….lumayan jauh juga ternyata rutenya, kami sempat melihat pantai-pantai di Batu Feringgi, melihat mesjid terapung, ada ngeliat Taman Rama-Rama, dan nemu tulisan Museum (yang langsung ditagih krucils untuk berhenti tapi karena malas pake alasan sudah kesorean besok lagi aja…) dan lain-lain. Pulangnya menggunakan bis bernomor sama namun bis berbeda dan supir yang berbeda yang lebih informatif terhadap turis, kami pun berhenti di Kapitan Kling (yang lagi-lagi karena gak ngerti tujuan, kami beli tiketnya untuk tujuan Jetty padahal berhentinya di dekat Chulia…hehe) yang berdasarkan rekomendasi supir Rapid Penang yang baik ini ada nasi kandar enak di depan mesjid.

Kami menghabiskan waktu 2 hari + 1 malam di Penang, awalnya berniat ke Langkawi hari kedua tapi ternyata krucils tidurnya nyenyak banget, gak tega juga ngebanguninnya akhirnya diputuskan ke Langkawi next trip aja deh. Peraturan hotel diseluruh dunia yang mewajibkan tamu check out jam 12-an siang membuat kami memperpanjang jam keluar hotel dengan biaya tambahan RM 50, karena kami berniat baru keluar hotel jam 8 atau 9 malam. Kereta kami menuju Kuala Lumpur yang sehari sebelumnya telah kami beli, dijadwalkan berangkat jam 23.00 namun penjual tiket menjelaskan bahwa kami setidaknya naik ferry yang jam 21.00 karena ferry lama kalau malam katanya…baiklah.

# Menuju KL Sentral, Kuala Lumpur (Malaysia), 20 Jan 2013 #
IMG_2522
Agak malas-malasan juga kami berangkat, kok kayaknya kecepatan banget sih kalau naik ferry jam 21.00 padahal kereta masih lama…tapi karena yang ngasih saran itu petugas kereta, ya ikutin aja deh. Jam 20.30 kami pun berjalan kaki menuju ferry. Ternyata kalau malam ferry lebih sedikit, jadi agak lama menunggu ferrynya. Begitu ferry tiba di Butterworth (gratis loh kalau dari Penang ke Butterworth) lagi, kami pun jadi agak lama juga ngetem di ruang tunggu Butterworth…untung ada Ac dan bersih, jadi bisa sambil tidur-tiduran dulu sedang krucils makan (lagi..maklum dingin, bawaanya lapar..hehe) dan main heboh-hebohan seperti biasa.

Ketika akhirnya kami dipersilahkan masuk kereta…wow..siapa yang paling happy? Jawabannya tentu saja dua krucils saya, langsung heboh…baring-baring di tempat tidur bawah…langsung meloncat keatas, kebawah lagi, manjat keatas lagi…liat jendela, tutup gorden…coba ini itu. Indahnya masa kecil ya, semua tampak seru, spontan…semua dibikin mainan, semua bisa bikin heboh dan menimbulkan keingintahuan yang tidak malu-malu ditunjukkan pada dunia..coba kalau sudah dewasa, duh malu-maluin banget kan kalau neliti ini itu, heboh ngeliat ini itu…haha..

Makin malam krucils kok semakin mentereng aja matanya, kalau gak dipaksa tidur, ya bisa-bisa gak tidur-tidur asik main aja nih menemukan mainan baru, kereta bertempat tidur (sleeper train) hehe. Share tempat tidur bareng krucils ternyata agak-agak sempit juga, kalau saya sih gak masalah…yang masalah cuma si bungsu kakinya kemana-mana, termasuk menendang tempat menaruh minuman yang berada disamping tempat tidur, yang menumpahkan sebagian besar minuman-minuman berakibat tempat tidur sedikit basah.

Secara keseluruhan kami suka sleeper train, hitung-hitung sama dengan menginap di hotel yang bisa berjalan ke tempat tujuan. Dua hal didapat sekaligus, mencapai kota tujuan dan istirahat yang lumayan nyaman. Yang agak gak nyaman mungkin toilet yang sempit aja. Dan subuh jam 6.30-an pagi kami pun sampai ditujuan kami, KL Sentral. Krucils yang masih nyenyak tidur masih sedikit linglung ketika turun kereta…

Di KL Sentral istirahat sebentar, ke toilet dan duduk sejenak melepas ngantuk dan goyangan…maklum goyangan kereta masih kebawa-bawa…hehe. Lalu turun ke bawah, dan naik Sky Bus tujuan LCCT. Untungnya kami penumpang pertama, jadi bisa duduk paling depan dan untungnya lagi, hanya kami yang dikenakan biaya tiket, sedang krucils gratis…bawa anak-anak berpetualang memang banyak untungnya, sering dapat gratisan hehe..

Singkat cerita sampailah kami di LCCT. Tablet sudah mati sejak di kereta karena belum dicharge semalaman, Ponsel pintar, yang sudah tidak pintar lagi karena uzur ketinggalan dari generasi-generasi barunya yang lebih pintar, pun ngeblank…klop. Pesawat kami dijadwalkan berangkat jam 13.30an…sedang kami tiba di LCCT sekitar jam 8.30 pagi..masih lama banget. Sarapan dulu dong, kenyang dengan sarapan nasi lemak, kwetiaw dan laksa plus ice cream kami memutuskan masuk imigrasi dulu. Setelah itu mendekam diatas, baring-baring, mengamati berbagai orang yang lalu lalang (yang ternyata seru juga, ada yg lari-lari, ada yang santai, ada yang cuek, dsb), beli-beli permen menghabiskan uang-uang ringgit yang tersisa pas-pasan. Baru setengah jam sebelum keberangkatan kami turun ke ruang tunggu dibawah, dan baru ngeh ada tempat ngecharge apapun yang hendak dicharge di ruang tunggu bawah..yah nanggung, sudahlah…

# Menuju Little House on the Praire, Indonesia, 21 Jan 2013 #

Dan petualangan seru di awal tahun pun diakhiri dengan makan bakso di bandara kota kami…uhh *belepotan kuah bakso*.. bagaimanapun, bakso plus teh hangat paling maknyus kala masuk angin melanda…(yaaa petualang masuk angin kelamaan dijalan…) hahaha… :D

About these ads

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 599 other followers

%d bloggers like this: