Tanjung Santan,Muara Badak-Kaltim

15 06 2009

sekitar tahun 2004, kami masij tinggal di bontang, sekitar 120km dr samarinda, ibukota kaltim. Karena belum dikaruniai anak, masa2 bebas berpetualang, terlebih ketika itu jadwal kerja suami saya cukup santai.

Setiap weekend selalu saja pergi (menghilang, beredar entah kemana menurut istilah ibu saya). Suatu hari setelah berkunjung kerumah orang tua saya, kami pamit pulang lagi kebontang. Karena menggunakkan sepeda motor, kami berangkat pagi supaya tdk terlalu siang dijalan (yang tentunya akan kepanasan).

Berangktlah kami dgn pede akan sdh sampe rmh siang nanti. Sekitar 30km, kami lihat…ada simpang muara badak, yg menurut kabar sih bs tembus juga kebontang.

Dan berbeloklah kami dari jalan yang siratal mustakim (jalan yang lurus).karena penasaran dgn muara badak, yang terkenal dgn perusahaan minyak asingnya itu. Setelah menempuh perjalanan yg mengasikkan krn baru pertama kali menginjakkan kaki disana. Sampailah kami di muara badak,kota kecil dgn kilang2 minyaknya.

Setelah itu melewati jembatan yang tampaknya bisa menuju sungai bs juga menuju laut.yang dgn antusias besar kami berharap dpt menyusurinya dgn perahu nelayan yang ada. Nelayan tersebut bersedia disewa perahunya, kemudian iseng2 saya bertanya, ada buaya gak? Sang nelayan menjawab, ya ada tp gak apa2 kok kalo gak ganggu…halah…mending kita lanjutkan perjalanan plg aja yok..ajak saya kesuami saya.

Perjalanan berlanjut, dan akhirnya kami tersesat…dimanakah ini? Setelah bertanya dan bertanya, tetap aja tersesat. Akhirnya kami ikutin kata hati aja kemana melangkah. Setelah belok sana belok sini, melewati hutan, perkampungan,hutan bakau, rawa,dan tiba2 ada jalan raya…cihuy..

Tetapi apa yang terjadi, saya lgsg menjerit2 histeris begitu pertama kali berpapasan dgn mobil. Tahukah anda mobil apa yg bannya sebesar rmh? Yak anda benar…truk batu bara, yaelah…bannya aja sdh segede rmh gmn bodynya? Saya lgsg deg2an, kani serasa semut disarang gajah. Disana sini truk hilir mudik dgn ngebut, ternyata kami tembus di pama, perusahaan batu bara tdk jauh dr bontang.

Setelah bertanya pd salah satu pegawainya,kami pun menemukan jalan keluarnya. Akhirnya kami sampai di bontang jam 9 malam,dgn wajah kuyu karena letih, kelaparan, dan ngantuk. Yaelah maksud hati pengen cpt sampai, malah tersesat akibat godaan dijalan…hehehe. Dan sekarang muara badak bukan sebuah petualangan lagi,karena makanan sehari2 suami saya,karena skrg dia bekerja di muara badak. Ada manfaatnya juga jalan2 ditempat baru, mengenal trek duluan sebelum nasib membawamu kesana.

Hikmah yang bs dipetik : jangan gampang tergoda, jangan gampang berbelok dari jalur,berjalanlah dijalan yang lurus…hehehe

About these ads

Actions

Information

2 responses

17 06 2009
lomardasika

kalau istilah lonely planet : off the beaten track.
Kalau ada suatu tempat dikasih mark, don’t go off the beaten track, mendingan hati2 sebelum keluar jalan yg lurus itu :D hehehe

20 06 2009
advanture

hehehe…iyah, kami emang suka banget melenceng2 dari tujuan, keluar dari jalan utama…mungkin bawaan naluri yah, want to know ajah ada apakah dibalik jalan tersebut. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 595 other followers

%d bloggers like this: